rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Salahkah Perhitungan Uang Lembur dihitung setelah melewati 40 jam dalam 1 minggu?

Salahkah Perhitungan Uang Lembur dihitung setelah melewati 40 jam dalam 1 minggu?

Dalam 2 minggu kemarin, saya menghadiri beberapa seminar, terdapat satu hal yang menarik mengenai Cara Menghitung Uang Lembur Karyawan. Ketika saya berdiskusi dengan 2 (dua) orang HRD Manager, masing-masing bekerja di perusahaan yang berbeda. Sebut saja Perusahaan A dan Perusahaan B. Keduanya menjelaskan bahwa Perhitungan Uang Lembur yang mereka lakukan selama ini sudah sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku (UU 13/2003 dan KEPMEN 102/MEN-VI/2004) dan ketika mereka masuk ke dalam perusahaan pun perhitungan uang lembur tersebut sudah diterapkan.

Mulailah saya bertanya-tanya kepada mereka, mengenai kasus lembur yang saya alami. Lalu, kedua HRD Manager itu mulai menjelaskan satu per satu pendapatnya, tetapi keduanya mengeluarkan hasil yang berbeda-beda.
Kenapa bisa berbeda? Bukankah menurut mereka sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku? Berbeda tafsir kah mereka?

Berikut kendala yang saya alami dan saya kemukakan kepada mereka.
"Saya bekerja 5 hari dalam 1 minggu, masuk bekerja mulai jam 08:00 dan pulang hingga jam 17:00, dengan istirahat 1 jam di siang hari. Dengan Gaji Pokok misalkan saja Rp. 4,500,000,-. Saya melakukan kerja lembur sebanyak 3 kali (hari senin, rabu dan jumat), masing-masing saya lakukan kerja lembur sebanyak 2 jam per hari-nya. Tetapi sewaktu hari kamis, saya pernah tidak masuk bekerja karena sakit. Pertanyaan yang saya kemukakan, berapakah jumlah uang lembur yang akan saya dapatkan dalam 1 minggu itu (dari hari senin sd jumat)?”

Table di bawah merupakan hasil perhitungan uang lembur yang dikemukakan kedua orang HRD Manager tadi dan mereka juga memberikan alasannya masing-masing, sebagai berikut :

Hari
Jam Kerja
Jam Lembur
(berdasarkan SPL)
Perhitungan Uang Lembur
Perusahaan A
Perusahaan B
Senin 08:00 sd 17:00 ( 8 Jam) 17:00 sd 19:00 (2 Jam)

1 Jam x 1.5 = 1.5
1 Jam x 2.0 = 2.0 +
3.5

-
Selasa 08:00 sd 17:00 ( 8 Jam) -    
Rabu 08:00 sd 17:00 ( 8 Jam) 17:00 sd 19:00 (2 Jam)

1 Jam x 1.5 = 1.5
1 Jam x 2.0 = 2.0 +
3.5

-
Kamis tidak masuk, karena sakit -    
Jumat 08:00 sd 17:00 ( 8 Jam) 17:00 sd 19:00 (2 Jam)

1 Jam x 1.5 = 1.5
1 Jam x 2.0 = 2.0 +
3.5

 
  Jumlah Jam Kerja
= 32 Jam
Jumlah Jam Lembur
= 6 Jam
   
 

 

 

Perhitungan Uang Lembur :
= 3 hari x 3.5 x (GP/173)
= 3 hari x 3.5 x (4,500,000/173)
= Rp. 273,121.38

Perhitungan Uang Lembur :
= Rp. 0

 

Alasan perusahaan A memberikan Uang Lembur,
Karena saya sudah melakukan kerja lembur melebihi jadwal jam kerja saya per harinya, maka saya berhak mendapatkan uang lembur per hari.

Alasan perusahaan B tidak memberikan Uang Lembur Walaupun saya telah melakukan kerja lembur melebihi jam kerja per harinya, tetapi jika dihitung dalam 1 minggu jumlah antara Jam Kerja dan Jam
Lembur dalam kurun waktu 1 (satu) minggu masih kurang dari 40 Jam.
Jam Kerja + Jam Lembur < 40 Jam
32 Jam + 6 Jam < 40 Jam

Perusahaan B, mengacu berdasarkan KEPMEN No. 102/MEN-VI/2004 Pasal 1 Angka 1, pengertian Waktu Kerja Lembur harus memenuhi 2 (dua) syarat, yakni :

  • Waktu kerja yang melebihi 8 (delapan) jam sehari, dan
  • Waktu kerja yang melebihi 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu, untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

Karena saya bekerja hanya 38 jam (Jumlah Jam Kerja + Jumlah Jam Lembur dalam 1 minggu), maka masih belum melewati 40 jam sesuai syarat ke-2 di atas. Sehingga, kerja lembur yang sudah saya lakukan dalam minggu itu menjadi hangus.

REFERENSI :

UU No. 13 tahun 2003 Pasal 77 ayat (2), menjelaskan Waktu Kerja meliputi :

  • 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau
  • 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu

KEPMEN No. 102/MEN-VI/2004 Pasal 1 Angka 1, menjelaskan Waktu Kerja Lembur adalah :

  • waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau
  • waktu kerja yang melebihi 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau
  • waktu kerja pada hari istirahat mingguan, dan/atau
  • waktu kerja pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.

KEPMEN No. 102/MEN-VI/2004 Pasal 3 ayat (1), menjelaskan Waktu Kerja Lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

KEPMEN No. 102/MEN-VI/2004 Pasal 4 ayat (1), menjelaskan Pengusaha yang memperkerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja, wajib membayar upah lembur.

Menurut penilaian Anda, Perusahaan mana yang sudah menerapkan perhitungan lembur sesuai dengan peraturan KEPMENAKER?

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.