rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Cara Menghitung Kenaikan Gaji tetapi terimanya menjadi turun

Cara Menghitung Kenaikan Gaji tetapi terimanya menjadi turun

Sering kami bertanya kepada para praktisi HR Payroll di perusahaan-perusahaan, “Berapakah pembagi proporsional gaji pokok dan tunjangan tetap yang diterapkan di dalam perusahaan Bapak?” lalu Beliau mengatakan “Ada yang dibagi 21 untuk Karyawan yang bekerja 5 hari kerja dalam 1 minggu, dan sebagian lagi dibagi 25 untuk Karyawan yang bekerja 6 hari kerja dalam 1 minggu. Dan itu sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003”.

Dan Beliau pun memperlihatkan berkas UU No. 13 Tahun yang diarahkan ke Pasal 77 ayat (2) tentang Waktu Kerja, yang berbunyi :
  1. Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.
  2. Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
    1. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau
    2. 8 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu, untuk 5 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.
Dan untuk menyakinkan lagi, Beliau juga memperlihatkan berkas KEPMEN No. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur, yang diarahkan langsung ke Pasal 9 ayat (1), yang berbunyi :
  1. Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar secara harian, maka penghitungan besarnya upah sebulan adalah upah sehari dikali 25 (dua puluh lima) bagi pekerja/buruh yang bekerja 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau dikalikan 21 (dua puluh satu) bagi pekerja/buruh yang bekerja 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.
Tapi, pertanyaan selanjutnya adalah Apakah benar UU No. 13 tahun 2003 Pasal 77 ayat (2) diperuntukkan untuk mengatur Pembagi Proporsional Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap?

Dan bukankah KEPMEN No. 102/MEN/VI/2004 Pasal 9 diperuntukkan untuk mengatur besaran Upah Sebulan untuk perhitungan dasar Lembur? (lihat dengan seksama bunyi dari Pasal 8 hingga Pasal 10) Pasal 8 :
  1. Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.
  2. Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.
Pasal 9 :
  1. Dalam hal upah pekerja/buruh dibayarkan secara harian, maka penghitungan besarnya upah sebulan adalah upah sehari dikali 25 bagi pekerja/buruh yang bekerja 6 hari kerja dalam 1 minggu, atau dikali 21 bagi pekerja/buruh yang bekerja 5 hari kerja dalam 1 minggu.
  2. Dalam hal upah pekerja/buruh dibayar berdasarkan satuan hasil, maka upah sebulan adalah upah rata-rata 12 bulan terakhir.
  3. Dalam hal pekerja/buruh bekerja kurang dari 12 bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), maka upah sebulan dihitung berdasarkan upah rata-rata selama bekerja dengan ketentuan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum setempat.
Pasal 10 :
  1. Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka dasar perhitungan upah lembur adalah 100% dari upah.
  2. Dalam hal upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, apabila upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih
  3. dari 75% keseluruhan upah, maka dasar perhitungan upah lembur 75% dari keseluruhan upah.
Lalu, Berapakah Pembagi Proporsional Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap yang seharusnya ?

Sebagian berpendapat, Pembagi Proporsional Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap adalah dibagi bilangan konstan/tetap (21 atau 25 atau 30). Dan sebagian lagi berpendapat Pembagi Proporsional Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap adalah dibagi sesuai jumlah hari kerja disetiap bulannya, atau dibagi sesuai jumlah hari kalendar disetiap bulannya.

Dalam hal ini, kami akan lebih menjelaskan beberapa dampak dari Pembagi konstan/tetap dan Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya.

Contoh kasus :
Terdapat Karyawan A yang akan naik jabatan, jabatan sebelumnya adalah Supervisor Marketing. Atas hasil kinerja-nya, Karyawan A naik jabatan menjadi Manager Marketing, efektif per tanggal 17 Mei 2016.
Dan tentu saja, Gaji Pokok yang semula Rp. 6,000,000.- akan naik menjadi Rp. 6,500,000.-
Karena kenaikan jabatan efektif ditengah bulan, maka untuk perhitungan gaji pokok Mei 2016 akan dihitung secara Proporsional antara Gaji Pokok Lama dengan Gaji Pokok Baru.

Berikut tabel perhitungannya :
Dengan melihat 2 hasil perhitungan tabel diatas, maka yang selanjutnya akan timbul adalah dampak dari masing-masing hasil perhitungan diatas :

Table Dampak hasil perhitungan :
Dengan melihat hasil table Dampak diatas, maka akan lebih baik untuk menerapkan “Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya”.
Tetapi jika memang “Pembagi konstan/tetap” adalah yang diatur oleh perundang-undangan, maka untuk penerapan “Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya” tidak akan menyalahi peraturan juga, karena kami melihat No. UU 13 tahun 2003 Pasal 91 ayat (1) mengatakan : “Pengaturan pengupahan yang ditetapkan atas kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh, tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pengupahan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Penerapan “Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya” terdiri dari 2 jenis, diantaranya :
  1. Pembagi sesuai jumlah HARI KERJA disetiap bulannya.
  2. Pembagi sesuai jumlah HARI KALENDAR disetiap bulannya.

Table Jumlah Hari Kerja dan Jumlah Hari Kalendar di tahun 2016.

Masalah selanjutnya yang timbul adalah :
Jumlah “Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya” yang berubah-ubah disetiap bulannya, apalagi jumlah hari kerja karyawan shift kadang bisa berbeda dengan jumlah karyawan staff biasa, sehingga bagian payroll sulit untuk menghitung gaji, seperti Perhitungan Proporsional Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap untuk Karyawan Baru, Karyawan Keluar dan Kenaikan Gaji Karyawan. Masalah ini dapat diselesaikan dengan memakai Sistem Penggajian, karena yang akan menentukan Jumlah “Pembagi sesuai jumlah hari disetiap bulannya” adalah sistem sendiri.

 

 

 

 

 

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.