rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Gaji Dibayar Dimuka dan Permasalahannya

Gaji Dibayar Dimuka dan Permasalahannya

Banyak perusahaan berprinsip "no work no pay", tetapi pada kenyataannya banyak juga perusahaan yang memberikan gaji, walaupun karyawan tersebut belum melakukan kerjanya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Menghitung gaji adalah pekerjaan yang rutin dilakukan dalam setiap bulannya, makin mendekati tanggal gajian, maka pekerjaan menghitung gaji akan makin disibukkan. Belum lagi, jika jumlah karyawan masuk dan keluar terus bertambah. Tentu bagian payroll akan lebih disibukkan untuk menghitung proporsional gaji karyawan baru dan uang pesangon karyawan keluar. Dalam menghitung gaji, kita dapat mengenal 2 jenis periode, diantaranya :

  1. Periode Perhitungan Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap.
  2. Periode Perhitungan Lembur dan Tunjangan yang bersifat harian.
  1. Periode Perhitungan Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap.
    Pada umumnya banyak perusahaan menerapkan tanggal 1 sampai dengan tanggal 31, untuk menentukan Periode Perhitungan Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap.

  2. Periode Perhitungan Lembur dan Tunjangan yang bersifat harian.
    Dikarenakan bagian payroll memerlukan waktu beberapa hari sebelum, untuk menghitung besaran tunjangan yang bersifat harian, maka diperlukan tanggal cut off, sebagai batasan tanggal untuk menghitung gaji. misalnya tanggal cut off adalah tanggal 25, sehingga untuk Periode Perhitungan Lembur dan Tunjangan yang bersifat adalah tanggal 26 bulan lalu sampai dengan tanggal 25 bulan ini.

Nah, disini Advance Payment Gaji akan dapat terjadi

Advance Payment akan dapat terjadi dalam beberapa kondisi, diantaranya :

  1. Terhadap karyawan yang mendadak mengundurkan diri tanpa pemberitahuan sebelumnya, diantara tanggal 28 sampai dengan 31.
    Padahal karyawan tersebut telah menerima gaji full pada tanggal 27, yang seharusnya menerima gaji secara proporsional.

  2. Terhadap karyawan yang dipindahtugaskan ke cabang lain yang berbeda NPWP, diantara tanggal 28 sampai dengan 31.
    Karena pada saat tanggal cut off (tanggal 25) karyawan tersebut telah dihitung gaji dengan kondisi pajak sebagai karyawan aktif, sedangkan dari sisi perhitungan pajak akan melihat kondisi terakhir dalam Periode Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap (tanggal 31), sehingga seharusnya dihitung gaji dengan kondisi pajak sebagai karyawan mutasi beda NPWP. Disini jelas, perhitungan pajak, besaran pajak dan pelaporan pajak akan berbeda dengan apa yang telah dihitung pada tanggal cut off (tanggal 25).

Berikut terdapat beberapa solusi yang dapat kami utarakan, untuk dapat menghindarkan Advance Payment Gaji, diantaranya :

  1. Perusahaan menerapkan peraturan one month notice dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama. Yang pada intinya mengatur karyawan supaya mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.
    Cara ini kadang belum ampuh untuk menanggulangi masalah Advance Payment. Jika demikian, langkah ampuh dapat menerapkan solusi ke-2.

  2. Menyamakan antara Periode Gaji Pokok & Tunjangan Tetap dengan Periode Lembur & Tunjangan Harian.

Dengan penyamaan 2 periode diatas, maka permasalahan Advance Payment Gaji akan dapat dihindarkan. Artikel ini dapat di download dalam bentuk eBook, dengan klik tombol dibawah.

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.