rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Seperti apa Payroll Software yang Terintegrasi?

Seperti apa Payroll Software yang Terintegrasi?

Pada saat pertamakali mencari dan memilih payroll system, kadang terdapat pertanyaan yang muncul seperti “Jenis payroll system yang seperti apa, yang dibutuhkan nanti?”. Seringkali yang dibayangkan hanyalah kebutuhan pada saat mencari dan memilih payroll system saja. Sudah tentu, payroll system berfungsi untuk membantu dalam proses menghitung gaji. Tapi, “Apakah hanya berfungsi sebatas untuk menghitung gaji saja?”.

Seiring perkembangan perusahaan, maka akan terdapat pekerjaan-pekerjaan yang akan dibuat lebih efektif dan lebih efisien, sehingga biaya perusahaan menjadi turun. Pekerjaan tersebut diantaranya :

  1. Pencatatan data kehadiran karyawan.
    Karena sebelumnya jumlah karyawan masih sedikit, maka pencatatan data kehadiran dapat dilakukan secara manual saja. Tetapi, jika jumlah karyawan sudah banyak, maka akan diperlukan mesin absensi, supaya pekerjaan mencatat data kehadiran tidak perlu dilakukan lagi oleh staff admin HRD.


  2. Penyimpanan data kepegawaian karyawan.
    Jika jumlah karyawan masih sedikit, data kepegawaian karyawan masih dapat disimpan di dalam bentuk hardcopy atau softcopy (excel). Tetapi, jika jumlah karyawan sudah banyak, maka data kepegawaian perlu disimpan di dalam database. Supaya, ketika Anda memerlukan data manpower, history karyawan (kenaikan gaji, mutasi, resign dll) akan dengan cepat disajikan oleh sistem dalam bentuk laporan atau grafik.

  3. Perhitungan pajak karyawan.
    Payroll system sudah seharusnya termasuk perhitungan pajak karyawan, karena semua objek perhitungan pajak sudah terdapat di dalam payroll system.


    Memang perhitungan pajak ini dapat berubah-ubah, tergantung dari kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, jika payroll system dikembangkan oleh IT internal, maka perlu dilakukan penyesuaian sistem, setiap terjadi perubahan kebijakan dari pemerintah (tarif PTKP, tarif BPJS dll).

  4. Pencatatan data Medical.
    Kebanyakan perusahaan, data medical masih terpisah dari data penggajian. Sedangkan, jika medical tersebut memakai sistem reimbursement (diganti dengan uang), maka medical tersebut seharusnya termasuk dalam komponen penghasilan karyawan, yang nantinya akan dikenakan pajak. Kalau data medical ini terpisah dari payroll system, bagaimana untuk menghitung pajaknya?

  5. Pencatatan data Pinjaman.
    Jika jumlah karyawan sudah tidak sedikit, maka pengelolaan data pinjaman sudah seharusnya dikelola di dalam sistem. Sehingga, setiap bulan akan otomatis memotong gaji bulanan, dan terdapat jangka waktu potongan, apalagi terdapat informasi sisa potongan setiap karyawan.

  6. Penginputan data transaksi Non-Cash.
    Jika jumlah karyawan masih sedikit, seorang admin HRD masih dimungkinkan untuk melakukan input data transaksi non-cash, seperti : Surat Perintah Lembur, Cuti, Sakit, Ijin, Pergantian Shift.

    Tetapi, bayangkan jika jumlah karyawan sudah banyak, apakah pekerjaan input data transaksi non-cash diatas masih sanggup dilakukan oleh admin HRD seorang diri?.

    Solusinya adalah transaksi-transaksi non-cash diatas dapat diajukan sendiri oleh masing-masing karyawan, melalui PC atau smartphone. Tentunya, harus melalui tahapan persetujuan dari masing-masing atasan. Jenis aplikasi ini dikenal dengan sebutan Employee Self Service.

Infographic dibawah menunjukan skema Payroll System yang sudah terintegrasi.
Jika sistem tidak saling terintegrasi, maka akan timbul pekerjaan baru. Seperti, export-import dari sistem yang satu sistem yang lainnya, yang seharusnya pekerjaan ini dapat dilakukan oleh sistem yang terintegrasi.

 

 

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.