rss

Tips HR & Payroll Software

Lebih dari 10 tahun kami hanya fokus membuat produk payroll, banyak pengalaman yang kami dapatkan. Dari pengalaman tersebut, kami yakin dapat membantu dan memberikan solusi untuk permasalahan perhitungan penggajian di perusahaan Anda.

Perhitungan PPh21 atas Uang Lembur, disetahunkan atau tidak?

Perhitungan PPh21 atas Uang Lembur, disetahunkan atau tidak?

Minggu lalu saya menghadiri dalam sebuah seminar di kawasan Slipi. Dalam seminar yang saya hadiri kali ini, membahas perpajakan karyawan atau lebih dikenal PPh21 karyawan, dengan topik dasar-dasar ketentuan perpajakan PPh21 karyawan. Pembicaranya merupakan mantan dari pegawai DJP (Direktorat Jenderal Pajak), yang sekarang telah bekerja di salah satu BUMN di kawasan Tangerang. Saya lihat banyak yang hadir dalam seminar ini, terutama praktisi HRD, akuntansi, pajak dan payroll.

Terdapat pembahasan yang menarik bagi saya, ketika salah satu peserta seminar menanyakan mengenai Tata Cara Perhitungan PPh21 Karyawan atas Uang Lembur. Beliau merupakan seorang HRD yang sudah cukup lama bekerja di salah satu perusahaan manufacture di kawasan MM2100. Beliau menanyakan “Apakah boleh Perhitungan PPh21 atas Uang Lembur, saya hitung seperti cara menghitung PPh21 atas Uang THR?” karena menurut beliau, Uang Lembur ditempatnya bekerja tidak selalu didapat karyawan di setiap bulannya, makanya tidak perlu disetahunkan. “Ketentuan ini, sudah diterapkan sejak lama, ketika saya join ke perusahaan ini pun sudah berlaku demikian. Apakah ini diperbolehkan, Pak?”

Tetapi pembicara tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan, melainkan memberi kesempatan bagi peserta seminar lainnya untuk memberikan pendapatnya. Karena memang konsep seminar ini memakai konsep diskusi antar sesama.

Dan tidak lama kemudian, beberapa peserta mulai memberikan pendapatnya. Salah satunya, sebut saja Bapak Siswanto, berpendapat “Perhitungan PPh21 atas Uang Lembur adalah harus ikut disetahunkan, karena hak karyawan untuk mendapatkan Uang Lembur tetap ada di setiap bulannya, walaupun bisa saja tidak mendapatkan Uang Lembur karena karyawan tersebut tidak melakukan kerja lembur. Lain hal jika THR, kita (karyawan) berhak hanya setahun sekali. Maka dari itu, Perhitungan PPh21 atas THR, tidak ikut disetahunkan”. Ucap Bapak Siswanto.

Beberapa peserta lainnya pun setuju atas pendapat yang dikemukakan oleh Bapak Siswanto di atas, tetapi tidak sedikit juga yang tidak sependapat. Lalu mulai pembicara memberikan pendapatnya, tentunya dengan didasarkan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Berikut yang dikemukakan :

Pada ketentuan PER 16/PJ/2016 (tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan orang pribadi).
Pada Pasal 14 (bagian Tarif Pemotongan Pajak dan Penerapannya), ayat (2) huruf a, menjelaskan : “Perkiraan atas penghasilan yang bersifat teratur adalah jumlah penghasilan teratur dalam 1 (satu) bulan dikalikan 12 (dua belas)”.

Jika kita melihat ke dalam Pasal 1 (bagian Ketentuan Umum), angka 15 menjelaskan :
“Penghasilan Pegawai Tetap yang bersifat teratur adalah penghasilan bagi pegawai tetap berupa gaji atau upah, segala macam tunjangan, dan imbalan dengan nama apapun yang diberikan secara periodik berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi kerja, termasuk uang lembur”.

Dengan mendengar penjelasan yang disampaikan oleh pembicara di atas, maka dapat disimpulkan untuk perhitungan PPh21 atas Uang Lembur harus ikut dalam perhitungan penghasilan yang disetahunkan.

 

 

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.