Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Antara Mental Kaya dan Mental Miskin

Antara Mental Kaya dan Mental Miskin

Suatu ketika saya berbincang dengan seorang teman yang mempunyai jabatan manager di suatu perusahaan yang cukup besar, dan sebagai seorang yang mempunyai jabatan tingkat menengah tentunya mempunyai fasilitas kantor yang dapat digunakan untuk pribadinya, dengan tujuan agar pekerjaan yang harus dia lakukan berjalan dengan baik. Perusahaan mau memberikan segala fasilitas ke karyawan, tujuannya adalah agar pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan, dapat berjalan dengan baik. Tetapi ada saja yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kepentingan pribadinya, seperti claim bensin, menggunakan jam kantor, membawa supplies kantor semuanya untuk kepentingan pribadinya. Dengan harapan pengeluaran pribadinya menjadi kecil dan penghasilan akan menjadi besar.
Membuat Perubahan

Membuat Perubahan

Minggu lalu saya berkesempatan menonton film yang berjudul “Say, I Love You”, sebuah film yang diangkat dari cerita nyata sekolah Selamat Pagi Indonesia. SMA Selamat Pagi Indonesia adalah sekolah gratis yang diperuntukan bagi anak-anak yang tidak mampu dengan kriteria, anak Yatim Piatu, Anak Piatu (salah satu orang tuanya meninggal), Anak Broken Home. Pertama kali membangun sekolah ini, keadaan anak-anak di sekolah tersebut banyak yang tidak mempunyai harapan dan masa depan lagi. Bisa dibayangkan anak-anak yang sudah tidak mempunyai harapan masa depan akan berperilaku seperti apa yang dia suka. Di sekolah tersebut juga diberikan asrama, makanan serta setiap murid mendapatkan uang saku.
Ambisi

Ambisi

Pada saat saya mulai berusaha, saya belajar bahwa setiap orang harus mempunyai ambisi untuk bisa lebih maju. Ambisi yang saya mengerti pada saat itu adalah seseorang yang mempunyai cita cita besar seperti mempunyai perusahaan yang besar, mempunyai rumah yang luas, menjadi seorang yang terkenal. Semua ambisi ini menurut saya pada saat itu adalah baik, untuk mendorong seseorang menjadi maju. Seseorang mau mengorbankan apa saja selama itu tidak dosa akan dikerjakan demi mengejar ambisinya.
Mendefinisikan Ulang Kehidupan

Mendefinisikan Ulang Kehidupan

Membaca buku yang ditulis oleh Lee Kai Fu saya bisa merasakan bahwa Kai Fu adalah seorang yang sangat ambisius dan pandai, dia yang mendirikan microsoft reasearch di China, yang sekarang bernama Microsoft Research Asia, dan dia juga yang mendirikan Google di China, yang akhirnya ditutup oleh Google, dan sebelum Google China ditutup, dia sudah mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan sendiri. Ambisinya adalah agar dapat menolong banyak startup di China untuk maju dan berkembang, sehingga dia banyak memberikan konsultasi, seminar di seputar Artificial Intelligence, dan dunia IT kedepan.

Merangkul Perubahan

Waktu saya kecil, sering sekali keluarga saya ke Bandung untuk menikmati keindahan kota Bandung, pada saat itu Bandung udaranya sangat sejuk, dan saya ingat pada pagi hari biasanya memakai pakaian hangat. Bulan lalu saya ke Bandung bersama anak saya, saya mengenang pada saat saya masih kecil diajak ke Bandung. Hotel yang dahulu dianggap sebagai hotel yang cukup bagus sekarang masih ada dan menjadi hotel yang kelas melati.
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

05 Jul 2019 | 2043
30 Aug 2019 | 1716