Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mati Karena Aturan

Mati Karena Aturan

Seorang Ratu Thailand yang berumur 19 tahun sedang mengandung, meninggal bersama anaknya yang belum genap berusia 2 tahun. Kematiannya sangat tragis dan terjadi pada tahun 1880, Sang ratu ingin pergi ke istana musim panas dan harus menyeberang sungai terbesar di Thailand yang bernama Chao Phraya. Nahas nya kapal yang ditumpangi sang ratu tenggelam karena diterjang ombak yang besar dan sang ratu tidak dapat berenang. Tidak ada yang berani menolong sang ratu, karena aturan di kerjaan mengatakan tidak boleh seorangpun yang boleh memegang anggota kerajaan, dan bila berani hukumannya adalah hukuman mati. Jadi yang dilakukan oleh para prajurit dan pengawalnya hanyalah melemparkan buah kelapa dengan harapan sang putri dapat meraih buah kelapa dan mengapung, tetapi karena memang sang Putri tidak dapat berenang, akhirnya sang putri mati tenggelam bersama anaknya yang belum berusia 2 tahun, serta bayi yang dikandungnya.
Memilih Tempat yang Cocok Untuk Bertumbuh

Memilih Tempat yang Cocok Untuk Bertumbuh

Ayah saya suka menanam pohon yang berbuah, dan kebetulan di rumah mempunyai pekarangan yang cukup luas untuk ditanam, kami mempunyai pohon mangga, pohon kelapa, nangka dan berbagai pohon yang lainnya. Keluarga kami juga suka dengan pisang dari daerah Bogor, pisang Ambon nya sangat khas dibandingkan dengan pisang Ambon dari daerah lainnya. Jadi kami hanya dapat menikmati pisang Ambon dari Bogor bila keluarga pergi ke Bogor. Ayah saya mempunyai ide untuk menanam sendiri pisang Ambon dari Bogor, dia mencari bibit pisang Ambon dari Bogor, dan dibawalah pulang. Jarak Bogor ke Slawi di mana keluarga saya tinggal, memerlukan waktu satu harian, saat itu belum ada tol, dan mobil juga jalannya tidak dapat cepat seperti mobil sekarang.
Atasan Yang Selalu Benar?

Atasan Yang Selalu Benar?

Saya pernah mengalami beberapa tahun yang lalu, dimana saya merasa bahwa saya adalah yang paling tahu dan paling menguasai dalam mengembangkan perusahaan. Kepercayaan diri saya semakin lama semakin kuat bahwa saya adalah orang yang paling tahu dan paling mengerti di dalam mengembangkan bisnis software. Kalau sekarang saya flash back ke belakang, rasa keyakinan saya, bahwa saya paling menguasai, terjadi karena saya adalah yang mendirikan perusahaan dan saya menduduki posisi paling tinggi di perusahaan itu. Karena saya memperlakukan bawahan saya, bahwa pengetahuan mereka tidak sehebat pengetahuan dan kemampuan saya, akibatnya mereka menjadi karyawan yang menurut saja dengan apa yang saya katakan. Mereka mengerjakan sesuatu hanya kalau saya perintah, kalau tidak diperintah tidak bergerak. Dengan bertambahnya jumlah karyawan, akhirnya pekerjaan saya semakin banyak, karena saya harus memikirkan banyak hal, dan harus memberikan perintah ke banyak orang.
Pekerja Yang Cerdas

Pekerja Yang Cerdas

Pada suatu hari seorang pekerja mendapatkan pekerjaan untuk menggarap ladang seorang yang kaya, dan mempunyai ladang yang sangat luas. Si pekerja itu tentunya dengan senang hati dalam menggarap ladang si tuan tanah, pada saat menggali tanah dia melihat ada sebongkah batu yang bernilai tinggi. Akhirnya dia tutup lagi lubang tersebut dan menggali lubang di tempat lainnya. Sepulang kerja dia berpikir bagaimana caranya agar dia dapat memiliki ladang yang ada batu yang berharga, kemudian dia mendapatkan ide, bahwa dia akan menjual semua yang ia miliki untuk mendapatkan batu yang sangat berharga. Setelah menawarkan dan mendapatkan uangnya maka dia memberanikan diri untuk mendapatkan sebidang tanah yang ada batu berharganya.
Orang Kaya Yang Bodoh

Orang Kaya Yang Bodoh

Ada suatu cerita, ada serang kaya yang tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat dimana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya, inilah yang akan aku perbuat, aku akan merombak lumbung-lmbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada diriku, diriku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya, beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah. Setelah ia dapat mengumpulkan seluruh hasil panenannya, dan semu lumbungnya terisi penuh, ternyata dia meninggal dunia. Hasil dari kekayaan yang dia kumpulkan menjadi sia-sia karena ia tidak mengasihi para pekerja ditempatnya, dan membiarkan para pegawainya tetap kelaparan walaupun dia mempunyai banyak.
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

05 Jul 2019 | 2043
30 Aug 2019 | 1716