rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Berani Berubah Untuk Menggapai Impian

Berani Berubah Untuk Menggapai Impian

Banyak teman-teman saya pada saat umur empat puluhan, mereka mempunyai banyak cita-cita yang ingin mereka wujudkan. Setelah beberapa puluh tahun berlalu, banyak diantara mereka masih mempunyai kehidupan yang sama. Pertanyaannya adalah apa yang terjadi dengan yang mereka impikan pada saat usia sangat produktif ?

Kalau saya berbincang dengan mereka, banyak sekali penyesalan yang mereka ungkapkan. Terutama ketidakberanian untuk bertindak, dan ketidakberanian bertindak ditutupi dengan berbagai alasan untuk tidak dapat melakukannya. Alasan yang paling banyak adalah tidak mempunyai cukup modal untuk melakukannya.

Menurut pengalaman saya, modal bukan hambatan utama untuk tidak dapat membangun usaha sendiri. Pada saat saya selesai mengambil master saya, banyak teman-teman saya yang pulang ke Indonesia, kemudian diberi modal oleh orang tuanya untuk mengerjakan usaha. Ada yang diberikan modal besar ada yang kecil, tetapi yang berhasil tidaklah banyak. Padahal dari segi pendidikan cukup tinggi, dan dari segi modal juga ada, tetapi tidak dapat membangun usaha.

Ada teman saya yang lain, setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai profesional. Karena memang orangnya rajin dan pandai, karirnya cukup baik di perusahaan itu. Karena persaingan yang makin ketat, perusahaan tempatnya bekerja ditutup, dan teman saya ini menjadi pengangguran. Karena harus menghidupi keluarganya, maka dia mulai mencari usaha, akhirnya dia mengembangkan usaha sendiri. Dia tekun untuk mengembangkan usahanya, akhirnya secara ekonomi teman saya ini jauh lebih baik dari teman-temannya.

Dari cerita teman saya di atas, saya teringat suatu cerita. Pada suatu saat ada kerajaan yang sangat makmur, dan sang raja mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik. Sang raja membuat sayembara, barang siapa yang berani menyeberangi sungai dimana banyak buaya yang berkeliaran di sungai tersebut, maka akan dijadikan suami dari anak raja tersebut.

Setelah selesai diumumkan, tidak lama kemudian terdengar suara orang menceburkan diri ke sungai, dan dia disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh orang-orang yang hadir. Banyak yang terkagum-kagum dengan keberanian sang pemuda tersebut. Setelah sampai di seberang sungai disambut oleh sang raja. Pada saat sang raja memuji pemuda tersebut, kemudian sang pemuda menghadap ke para pengunjung yang melihat dia menyeberangi sungai, sambil bertanya “Siapa yang mendorong saya ke sungai ?”

Ternyata pemuda tersebut berani menyeberangi sungai bukan karena ingin mendapatkan anak raja, tetapi karena ada yang mendorong ke dalam sungai dan dia harus menyelamatkan diri dari buaya-buaya yang ada di sungai.

Kadang dalam kehidupan untuk menjadi sukses kita perlu dipaksa atau memaksakan diri. Tetapi ada yang memaksakan diri akhirnya hancur, kalau saya perhatikan di dalam memaksa diri, setelah mulai terjun kita harus banyak belajar, dengan cara berdiskusi dengan banyak orang yang telah sukses dan juga membaca banyak buku yang penulisnya sudah mempunyai pengalaman dengan apa yang ditulisnya. Karena saya juga sering lihat penulis buku yang berdasarkan cerita dari buku lain, bukan berdasarkan pengalamannya sendiri atau riset yang telah dilakukan. Tulisan dari buku yang bukan dari pengalaman atau hasil riset bisa menyesatkan.

Pelajaran yang saya dapatkan

Hambatan terbesar untuk seseorang memulai hal baru adalah rasa percaya diri dan takut akan melakukan kesalahan. Yang dapat menggerakan orang untuk berubah biasanya adalah dipaksa dengan keadaan yang sekarang, atau ingin mengejar impian yang besar.?

Buku berpikir dan berjiwa besar adalah buku yang sangat bagus untuk dapat mulai melakukan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik. Saya sudah beberapa kali membaca buku itu, dan selalu ada saja yang saya pelajari, walaupun sudah membaca buku tersebut kesekian kalinya.

Mengapa teman saya yang sudah memiliki pendidikan tinggi dan orang tuanya memberikan modal untuk memulai usaha, banyak yang gagal ? karena mereka tidak mempunyai skill yang diperlukan untuk membuat perusahaan bertumbuh. Pada saat memulai usaha banyak sekali tantangan yang akan dihadapi, dan mereka tidak mempunyai skillnya, untuk menyelesaikan tantangan demi tantangan.

Kalaupun dia seorang anak pengusaha, maka diperlukan skill terlebih dahulu dengan melatih anak tersebut bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut, banyak juga seorang anak pengusaha, kemudian langsung dijadikan direktur, mereka tidak dapat mengembangkan usahanya. Karena mereka tidak mempunyai skill yang dibutuhkan.

 


Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

19 Dec 2019 | 919
16 Jan 2020 | 838
06 Dec 2019 | 772