rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Kualitas Karyawan

Kualitas Karyawan

Minggu lalu saya menulis tentang kesiapan work from home, sebenarnya apa yang perlu dipersiapkan? Untuk mempersiapkan WFH tidak dapat dilakukan dalam sebulan atau dua bulan. Kalau persiapannya hanya fisik, seperti jaringan internet, komputer dan software tentunya mudah untuk didapatkan, dalam waktu sehari saja sudah bisa disiapkan.

Yang terpenting dalam persiapan WFH tentunya kualitas karyawan itu sendiri, apakah karyawannya telah siap untuk bekerja dari rumah, apakah mereka bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan? Apakah mereka dapat disiplin untuk bekerja 8 jam sehari di rumah? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul pada saat terjadi perubahan kerja di kantor menjadi kerja dari rumah.

Awal tahun 2018 jumlah karyawan Andal Software hanya 51 orang, sedangkan sekarang sudah mencapai 99 orang, berarti dalam waktu 1.5 tahun jumlah karyawan bertambah sebanyak 48 orang, kalau dipresentasikan sebesar 94%. Pertambahan yang cukup banyak hampir dua kali lipat, tantangan yang terjadi dengan adanya pertambahan yang cukup besar adalah menjaga kultur perusahaan. Andal Software sudah membangun kultur yang cukup kuat sehingga pada saat ada penambahan karyawan baru yang cukup besar kami dapat memelihara kultur perusahaan.

Penambahan yang banyak adalah di team produk yang terdiri dari QA, Product Owner, dan Full Stack Engineer. Masing-masing dari jabatan tersebut mempunyai pekerjaan yang sudah spesifik dan mereka tidak ada yang merangkap untuk bekerja di banyak hal, kemudian kami menggunakan tools dari Microsoft VSTS. Dari tools tersebut kami dapat mengukur kinerja dari masing-masing orang dalam satu team. Dengan pengukuran yang jelas, maka kami akan dapat mengetahui kalau ada orang yang bekerja bagus dan bekerja yang tidak bertanggung jawab, misalkan seorang Full Stack Engineer harus bertanggung jawab terhadap code yang ditulis, jadi kalau dia asal lempar ke QA, maka akan terjadi bolak-balik yang sering antara Enggineer dan QA, dan ini akan terlacak di VSTS, waktu penyelesaian akan panjang dan bolak-baliknya juga akan terlihat.

Biasanya dalam waktu 2 – 3 bulan, kami sudah bisa melihat orang baru tersebut mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaannya atau tidak, apakah mereka menguasai apa yang dilakukan atau tidak. Sehingga orang-orang yang sudah bekerja lebih dari 6 bulan, biasanya sudah tersaring adalah orang-orang yang memang kriterianya sesuai dengan value dan culture di Andal Software.

Mempersiapkan karyawan untuk bisa WFH, tentunya sama saja dengan mempersiapkan karyawan yang berprestasi. Tetapi pada saat kita mengatakan berprestasi, biasanya kita akan merekrut karyawan yang mempunyai prestasi bagus, atau IP nya tinggi. Kalau saya perhatikan karyawan yang di kuliahnya mempunyai IP yang tinggi dan berprestasi pada saat bekerja tidak menjamin bahwa dia akan menjadi karyawan yang berprestasi juga, karena masalah prestasi ternyata tidak hanya diukur dari kepandaian belaka. Namun ada faktor-faktor lain, seperti kerendahan hati, persisten, achiever tidak dapat di test, ketahuannya pada saat dia mulai bekerja. Walaupun kadang di interview kita bisa menerka-nerka dan akan ketahuan pada saat dihadapkan dengan tantangan baru.

Pelajaran yang saya dapatkan
Sebenarnya di dalam kesulitan yang kita hadapi sekarang, banyak juga berkah yang kita dapatkan, ada hal-hal yang tadinya tidak menjadi perhatian kita, pada saat banyak waktu yang digunakan untuk refleksi, maka banyak hal yang tidak terlihat jadi bisa terlihat pada saat refleksi. Untuk mempersiapkan agar mempunyai team yang handal, maka harus dimulai dari rekrutmen, proses pemilihan waktu rekrutmen menjadi pintu masuk yang penting untuk mendapatkan orang yang bagus. Memang sekarang dalam persaingan untuk mendapatkan orang yang bagus menjadi susah, tetapi saya tidak mau mengorbankan hanya untuk mendapatkan orang, kemudian mengurangi kualitas orang yang akan kita rekrut. Dengan mengurangi kualitas orang yang akan kita rekrut, jangka panjang kita akan mengalami kesulitan. Jadi prinsip kami di Andal, lebih baik kekurangan orang daripada diisi dengan orang-orang yang tidak memenuhi kualifikasi. Di tengah pertumbuhan start up, dimana banyak mencari tenaga IT, maka katanya sulit mencari tenaga IT, tetapi selama perjalanan Andal Software, kami selalu mendapatkan resources yang baik, dan memenuhi kualifikasi di Andal Software. Bagaimana yang tidak memenuhi? Kami akan putuskan kontrak kalau memang tidak memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh Andal Software. Dengan demikian maka kultur kerja di Andal Software sangat baik.

Merenungkan dan merasakan kejadian yang lampau, kemudian kita dapat menganalisa atas kejadian tersebut, mengapa saya berbuat seperti itu, apa yang mendorong saya berbuat seperti itu, apakah perbuatan saya tersebut baik atau tidak. Setelah melakukan evaluasi atas semua perbuatan kita tersebut, kalau seandainya kejadian itu merupakan kesalahan, selayaknya kita mohon ampun kepada yang maha kuasa dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi

Selanjutnya merenungkan kembali perbuatan apa yang akan kita lakukan pada masa yang akan datang, bagaimana perbuatan kita itu dapat menjadi berkat untuk banyak orang. Dengan melakukan perenungan seperti ini yang biasanya disebut refleksi, akan membuat kita semakin bermanfaat untuk orang lain dan yang paling penting di dalam kehidupan kita merasa damai dan tenang.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

No data to display