rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Menjadi Berkat Untuk Orang Lain

Menjadi Berkat Untuk Orang Lain

Saya membaca pesan dari Paus Fransiskus, saya akan terjemahkan dalam bahasa Indonesia, “Sungai tidak minum dari airnya sendiri, pohon tidak akan makan buahnya sendiri, Matahari bersinar tidak untuk menyinari dirinya sendiri dan bunga tidak menyebarkan wewangian untuk dirinya sendiri.” Hidup untuk yang lain merupakan hukum alam. Kita semua dilahirkan untuk membantu satu sama lain. Tidak peduli bagaimana sulitnya, hidup itu akan baik jika kamu bahagia, tetapi akan lebih baik ketika orang lain berbahagia karena kamu.

Membaca pesan ini saya mulai merefleksikan diri apa yang telah saya perbuat pada masa lalu saya dan perbuatan apa yang harus saya perbaiki untuk masa yang akan datang. Kemudian saya mulai membayangkan apa saja yang pernah saya lakukan dan saya kembali ke saat-saat saya melakukan sesuatu yang kurang terpuji.

Dulu seandainya saya menginap di Hotel atau di suatu tempat yang saya merasa saya sudah bayar maka saya akan menggunakan air panas misalnya seenak saya, walaupun tidak saya gunakan bisa saja saya membuka krannya dengan pemikiran kan saya sudah membayar. Kalau ke pesta sering juga saya mengambil makanan yang saya senangi, tetapi tidak dihabiskan sehingga banyak yang terbuang. Pada saat itu saya tidak merasa bersalah sama sekali, bahkan kadang-kadang saya merasa mendapat sesuatu keuntungan.

Setelah saya merenungkan kembali perbuatan-perbuatan saya tersebut, walaupun sudah lama sekali saya melakukannya, rasanya masih membekas. Dan saya merasakan penyesalan yang sangat mendalam mengapa saya melakukan hal-hal seperti itu?

Dalam renungannya apa yang menyebabkan saya menjadi sangat menyesal? Misalkan pada saat saya tinggal di Hotel dan saya sudah merasa membayar, maka saya dapat menggunakan fasilitas hotel itu semau saya. Saya membuka kran air walaupun tidak digunakan artinya saya sudah membuang air yang seharusnya dapat digunakan oleh orang lain, tetapi saya buang-buang. Sekarang mungkin kita menyadari air yang digunakan biasanya air dari tanah dan semakin banyak air yang digunakan akan berdampak berkurangnya aliran air di dalam tanah dan menyebabkan banyak perumahan yang tergantung pada air tanah menjadi tidak mendapatkan air yang layak. Artinya saya sudah memberi kontribusi membuat orang menjadi sulit dalam hidupnya karena kekurangan air.

Apa yang saya lakukan sekarang ini? Setelah melakukan refleksi yang cukup sering, sekarang ini bila saya ke hotel atau ke tempat kebugaran, kemudian melihat kran air tidak tertutup dengan baik, sehingga airnya terus mengalir maka saya akan menutup kran itu, agar airnya tidak terbuang sia-sia. Suatu saat saya selesai berenang, kemudian di tempat bilas, kran airnya masih menyala dan saya tahu ada orangnya yang sedang di washtafel, kemudian saya mematikan kran air tersebut. Ternyata orangnya marah, kemudian saya katakan saja, kan kamu tidak menggunakannya? Mengapa kran harus nyala terus?

Saat kondangan saya juga sudah berubah banyak, karena memang saya sudah tidak bisa makan terlalu banyak lagi, saya jarang sekali makan dimain course, biasanya saya hanya makan beberapa makanan yang ada di pinggiran saja dan mengambil secukupnya untuk dapat dihabiskan. Seandainya saya mengambil makanan dan tidak dihabiskan, maka makanan tersebut sebetulnya dapat dimakan oleh orang lain dan kalau di dalam pesta makanannya sisa, maka makanan tersebut dapat dibagikan ke orang-orang yang memang membutuhkan makanan

Pelajaran yang saya dapatkan
Pertanyaan yang paling mendasar adalah apa yang menyebabkan cara berpikir seseorang seperti saya ini dapat berubah? Karena kalau saya merenungkan kembali, seseorang tidak akan berubah perilakunya selama cara berpikirnya tidak berubah. Sehingga perubahan cara berpikir itu yang dapat mengubah seseorang, cara berpikir yang lebih baik atau cara berpikir yang menjadi merusak diri seseorang

Merenungkan dan merasakan kejadian yang lampau, kemudian kita dapat menganalisa atas kejadian tersebut, mengapa saya berbuat seperti itu, apa yang mendorong saya berbuat seperti itu, apakah perbuatan saya tersebut baik atau tidak. Setelah melakukan evaluasi atas semua perbuatan kita tersebut, kalau seandainya kejadian itu merupakan kesalahan, selayaknya kita mohon ampun kepada yang maha kuasa dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi

Selanjutnya merenungkan kembali perbuatan apa yang akan kita lakukan pada masa yang akan datang, bagaimana perbuatan kita itu dapat menjadi berkat untuk banyak orang. Dengan melakukan perenungan seperti ini yang biasanya disebut refleksi, akan membuat kita semakin bermanfaat untuk orang lain dan yang paling penting di dalam kehidupan kita merasa damai dan tenang.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

No data to display