rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Memimpin Dengan Kasih atau Rasa Takut

Memimpin Dengan Kasih atau Rasa Takut

Sering sekali saya menyaksikan orang tua yang mengasuh anaknya dengan cara menakut-nakuti, misalkan mengatakan tuh ada tentara jangan nangis nanti dibawa, maka pada saat anak itu besar gambaran akan tentara menjadi sangat menakutkan. Dia tidak berani untuk dekat dengan tentara. Momok tentara sangat menakutkan awalnya digunakan oleh orang tua, agar anaknya mau menurut perintah orang tuanya. Mendidik anak dengan memberikan rasa takut, pada saat anak itu besar dia akan dikelilingi oleh rasa takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Dia hanya mau bermain atau berinteraksi di daerah yang sudah dikenalnya.

Padahal pertumbuhan anak memerlukan eksplorasi hal-hal baru dan ini didapatkan dari melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Memberikan rasa takut pada anak, awalnya merupakan senjata yang sangat ampuh agar si anak tidak berkeliaran seenaknya. Tetapi pertumbuhan jiwa anak akan terganggu.

Sama halnya di kantor, saya pernah mengunjungi suatu kantor, kita sedang mendiskusikan perhitungan pajak dan juga sistem penggajian di kantor tersebut dan setelah kita periksa ternyata ada kesalahan yang dilakukan oleh Bos ini. Langsung memanggil karyawan yang mengerjakan perhitungan tersebut, kemudian si Bos marah-marah terhadap karyawan tersebut di hadapan kami sebagai tamu. Saya melihat wajah si karyawan pucat pasi dan sangat ketakutan.

Dari peristiwa tersebut saya dapat menilai di dalam perusahaan tersebut pasti banyak hal yang salah yang si Bos tidak tahu. Karena pada saat terjadi kesalahan pasti karyawan tidak berani untuk mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada si BOS tersebut. Dia pasti takut kena marah. Ketakutan ini akan mengakibatkan tidak ada ide-ide baru yang berani dikemukakan ke si BOS, pasti karyawan tersebut akan merasa kalau saya salah nanti pasti saya akan kena marah.

Saya sedang membaca buku Heroic Leadership dan isinya sangat menginspirasi. Dimana dikatakan bahwa perusahaan yang mengimplementasikan dengan kasih yang besar dibandingkan dengan rasa takut, akan membuat orang mau bekerja dibandingkan dengan membuat orang bekerja. Orang yang mau bekerja artinya kemauan untuk bekerja datang dari dirinya. Sedangkan kalau membuat orang bekerja ada paksaan dari luar baru orang tersebut bekerja.

Jadi membangun lingkungan yang positif dengan kasih, di mana tidak ada saling menyalahkan yang ada saling membantu tidak juga memberi alasan kalau tidak bisa yang ada mencari solusi hingga dapat menyelesaikan pekerjaan. Lingkungan yang positif seperti ini di dalam pekerjaan akan mendorong orang-orang di dalamnya mempunyai kreativitas yang tinggi. Mereka tidak merasa takut untuk mencoba hal baru. Karena kreativitas terjadi dari mencoba hal baru dan berani untuk mencoba yang baru.

Pelajaran yang saya dapatkan
Membangun lingkungan kerja dengan kasih harus dimulai dari atasan yang mempunyai kekuasaan. Kasih bukan cuma diucapkan tetapi dilakukan dan buah-buah dari apa yang dilakukan itu berdasarkan kasih. Lingkungan kerja berdasarkan kasih akan terasa nyaman bagi semua anggotanya dan dengan merasakan kenyamanan bekerja maka akan terjadi kreativitas.

Kenyamanan bekerja maksudnya adalah di mana suasananya mendukung untuk berkreasi, nyaman untuk bekerja bukan berarti orang yang bekerja dapat dengan santai tidak produktif. Ada lingkungan pekerjaan yang sesama karyawan saling mencari perhatian atasan dan saling menjatuhkan. Suasana seperti ini tidak akan mendorong suatu kemajuan perusahaan. Bagaimana dapat memikirkan kemajuan perusahaan? Kalau selalu merasa was-was, kalau seandainya ada temannya yang akan menusuk dari belakang.

Apa lagi suatu lingkungan yang dibangun berdasarkan kebencian dan menanamkan kebencian antara satu sama lain. Lingkungan seperti ini juga tidak akan membuat orang-orang yang ada di dalamnya mampu mengembangkan kreativitas. Kreatifitas terjadi karena kerja sama satu sama lain, dengan rasa kasih, maka akan terjadi pemikiran yang berbeda, kemudian mencari solusi dari perbedaan cara berpikir tersebut. Kalau semua orang berpikir sama, juga tidak akan terjadi kreatifitas cara berpikir, hal ini akan menimbulkan sesuatu yang monoton.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

06 Apr 2020 | 970
17 Apr 2020 | 891