rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Awareness

Awareness

Berawal dari kekaguman atas hasil karya dari organisasi ini, saya mulai mendalami mengapa orang-orang yang ada di dalam organisasi ini kalau berkarya hasilnya luar biasa dan sudah berjalan lebih dari 500 tahun tersebar di seluruh dunia.Beberapa tahun yang lalu, saya sering lupa sesuatu, misalkan saya meletakan kunci mobil di rumah. Kemudian saya lupa di mana kunci tersebut saya letakan dan pada saat saya mulai membayangkan dari awal saya memarkir mobil di rumah, hingga saya meletakan kunci mobil. Saya tidak dapat mengingat lagi. Saya mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres dalam diri saya, dan kebetulan saat itu saya mendapatkan buku karang Anthony de Mello seorang pastor katolik yang banyak menulis buku spiritual, judulnya Awareness butir-butir mutiara pencerahan.

Hidup tanpa kesadaran akan membawa seseorang seperti mimpi, walaupun berjalan bergerak seolah-olah seperti tidur berjalan, karena badannya ada, tetapi semua yang dipikirkan ada di dunia lain. Sehingga pada saat dia melakukan segala sesuatu tanpa disertai dengan kesadaran. Buku awareness ini dibuka dengan topik mengenai pengertian bangun. Membaca buku karangan Anthony de Mello tidak berasa membosankan, karena dia membawakannya dengan cerita-cerita yang sangat mengena.

Ada cerita yang sangat menarik di dalam buku tersebut, tentang burung rajawali dan ceritanya saya singkat seperti berikut: Ada seorang lelaki menemukan telur rajawali dan telur tersebut diletakan di ayam yang sedang mengerami telurnya, setelah beberapa saat menetas, telur rajawali tersebut juga menetas. Karena sang rajawali mengira dirinya adalah seekor ayam, maka dia berperilaku seperti ayam, terbang rendah, mencari makan cacing, seperti ayam-ayam yang lainnya.

Hingga pada suatu hari dia melihat ada burung yang sangat gagah dan berwibawa sedang terbang di angkasa hanya dengan membentangkan sayapnya. Kemudian dia bertanya kepada ayam disampingnya “siapakah itu?” lalu dijawab “itu adalah burung rajawali, raja dari segala burung”, kata ayam didekatnya. “Dia penghuni langit, dan kita penghuni bumi, kita adalah ayam”. Demikianlah rajawali itu hidup terus dan mati sebagai seekor ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya.

Setelah membaca buku awareness ini, saya mulai menyadari bahwa permasalahannya saya adalah saya tidak aware, jadi pada saat saya melakukan apa, saya memikirkan yang lainnya, seperti pada saat saya meletakan kunci mobil, dalam berjalan masuk kerumah kemudian meletakkan kunci mobil, mungkin saya memikirkan suatu hal yang lain. Artinya badan saya bergerak melakukan sesuatu dengan reflek tanpa disertai dengan kesadaran penuh bahwa saya harus meletakan kunci pada tempatnya.

Saat itu saya mulai banyak mempelajari awareness dengan membaca buku dari Thic Nhat Hahn dia adalah seorang bhiku Budha yang berasal dari Vietnam. Banyak buku Thic Nhat Hahn membahas masalah awareness yang berjudul “You Are Here, discovering the magic of the present moment”, “Peace Is Every Step: The Path of Mindfulness in Everyday Life”.

Setelah membaca beberapa buku, saya mulai berlatih kesadaran ini, apakah pada saat berjalan saya merasakan permukaan jalan yang saya lalui licinkah? halus? Merasakan gerakan kaki saya. dengan mulai merasakan anggota badan saya, saya membawa pikiran saya ke present moment (apa yang saya pikirkan adalah dalam keadaan sekarang), pikiran saya tidak kemana-mana. Sering sekali saat melakukan sesuatu pikiran ada di tempat lain.

Pada saat meeting misalkan, ada orang yang sedang presentasi atau berbicara, pikiran kita bisa ada di tempat lain, dengan pikiran ada di tempat lain, maka kita tidak akan dapat mendengarkan dan mengerti sepenuhnya apa yang dikatakan oleh si pembicara. Sekarang ini saya sering mengamati pada saat meeting siapa saja yang badannya ada di tempat meeting, tetapi pikirannya ada di tempat lain.

Pelajaran yang saya dapatkan
Dari pengalaman pribadi, di mana saya bisa berada di suatu tempat tetapi pikiran saya bisa melayang-layang kemana saja. Artinya saya seperti tertidur, saya tidak sadar bahwa saya sedang berada di tempat meeting.

Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan pada setiap peserta meeting, terutama meeting di internal, saya mulai mengajarkan awareness. Karena kalau saya bertanya pada beberapa orang, maka yang lainnya akan siap sedia kalau seandainya ditanya dia tidak bisa jawab. Sikap siap sedia ini juga merupakan suatu keadaan sadar (aware) dia secara utuh ada di tempat meeting. Saya lebih suka peserta di dalam meeting mencatat di dalam buku daripada dengan menggunakan komputer. Karena pada saat menggunakan komputer bisa jadi ada godaan untuk melihat atau mengerjakan yang lainnya. Sehingga sebenarnya yang ikut meeting hanya badannya saja sedangkan pikirannya ada ditempat lain, di mana dia melihat komputer.

Bila ada meeting kemudian setiap peserta meeting itu sadar bahwa mereka semuanya ada di situ, maka meeting itu akan menjadi sangat efektif.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

06 Apr 2020 | 970
17 Apr 2020 | 891