rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Antara Sarana dan Tujuan

Antara Sarana dan Tujuan

Minggu lalu saya sharing tentang pengambilan keputusan yang lepas bebas, lepas bebas artinya pengambilan keputusan kita berdasarkan dengan goal atau tujuan yang telah kita tetapkan. Banyak sekali orang yang sulit mengambil keputusan biasanya karena tidak mempunyai goal atau tujuan yang jelas. Oleh sebab itu mendefinisikan tujuan itu sangat penting, baik itu tujuan hidup pribadi atau tujuan perusahaan yang sering didefinisikan sebagai visi. Tanpa tujuan atau visi di dalam suatu perusahaan maka akan terombang-ambing, karena dalam perjalanan hidup kita akan selalu dihadapkan oleh pilihan-pilihan dimana kita harus memilih.

Kalau kita akan pergi ke suatu tempat karena ada janji penting dengan rekan bisnis, maka tujuan kita adalah bertemu dengan rekan bisnis yang tempat dan waktunya sudah ditentukan sebelumnya. Sarana kita agar pertemuan tersebut dapat terlaksana adalah kendaraan yang kita tumpangi. Ternyata di dalam perjalanan, jalan yang kita lalui ada genangan air yang cukup tinggi sehingga membuat macet dan mobil tidak bisa lewat, apa yang akan kita lakukan? menunggu hingga kita mendapatkan jalan lain? atau kita akan menggunakan kendaraan lain?

Pada saat kita masih melekat dengan kendaraan kita, maka kita harus memikirkan dua hal, bagaimana kendaraan kita seandainya ditinggal? Dan bagaimana dengan janji kita yang sangat penting? Untuk mengambil keputusan dengan dua hal yang berbeda seperti contoh di atas menjadi sangat sulit untuk memutuskannya. Kalau kita lepas bebas, maka kita tinggal memilih mana yang lebih penting janji kita atau kendaraan kita? Kalau janji kita lebih penting maka yang perlu dicari adalah di mana saya bisa memarkir mobil saya dengan tidak mengganggu lalu lintas? Selebihnya akan saya tinggalkan dan menggunakan kendaraan lain, yang dapat mengantar saya ke tempat tujuan dengan tepat waktu, kalau saya harus naik ojek, ya naik ojek, tidak harus memikirkan kalau nanti orang lihat saya naik ojek maka gengsi saya akan turun. Gengsi adalah salah satu kemelekatan dengan status sosial yang kita miliki.

Dari contoh di atas adalah peristiwa yang sangat sederhana, tetapi karena masih ada kemelekatan akan sangat sulit memutuskannya, yang pertama bagaimana mobil saya? dan yang kedua adalah bagaimana dengan gengsi saya? apalagi kalau harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan banyak kemelekatan , maka akan semakin sulit pada saat mengambil keputusannya.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengambil keputusan dengan objective sesuai dengan goal kita? Kita harus dapat membedakan mana tujuan utama dan mana sarana, mobil dan jabatan merupakan sarana dalam menuju ke tujuan utama kita, jadi kalau yang namanya sarana saya dapat menggunakan apa saja untuk mencapai tujuan saya, selama sarana yang saya gunakan tidak melanggar kode etik.

Sarana yang melanggar kode etik misalnya, untuk mempermudah urusan maka saya akan memberikan upeti agar persoalan saya dimudahkan. Cara seperti ini adalah mencari jalan pintas, dan saya belajar bahwa jalan pintas adalah jalan terpanjang untuk mencapai tujuan. Pada saat saya memberikan upeti untuk mempermudah pekerjaan saya, kemudian pada suatu saat pemberian upeti itu ketahuan, maka urusan saya akan menjadi lebih panjang.

Sering saya juga mendengarkan perusahaan masih mau menggelapkan pajak, pertanyaan saya adalah seberapa besar yang saya dapatkan dengan menggelapkan pajak. Bila dibandingkan dengan resikonya maka nilai yang saya dapatkan tidak seimbang dengan apa yang saya dapatkan. Maka saya tidak mau mengambil resiko yang besar dengan benefit yang kecil.

Kalau memang tujuannya adalah untuk meningkatkan profit, maka perlu dilihat apakah saya dapat membuat proses di dalam bisnis ini lebih efisien sehingga biaya yang saya keluarkan lebih kecil? Dengan berusaha melihat proses bisnis, maka pada saat kita dapat menghemat karena prosesnya dipermudah, penghematan ini akan menjadi daya saing yang sulit untuk ditiru oleh usaha lainnya. Jalan untuk menghemat biaya dengan mereview proses memang lebih panjang dibandingkan dengan penggelapan pajak, tetapi hasilnya jauh lebih baik.

Pelajaran yang saya dapatkan
Untuk dapat mengambil keputusan dengan lebih mudah, kita harus dapat membedakan antara sarana dan tujuan, dalam menentukan sarana untuk mencapai tujuan, kalau ada kemelekatan terhadap sarana, pertimbangan dalam mengambil keputusan menjadi tidak fokus.

Pertama kali saya mengetahui tentang kemelekatan pada saat saya membaca buku Dalai Lama yang berjudul The art of Happiness setelah beberapa tahun kemudian saya membaca buku “The Jesuit Guide to (Almost) Everything: A Spirituality for Real Life” karangan James Martin, buku itu banyak sekali memberikan contoh-contoh kemelekatan . Saya semakin mengerti makna kemelekatan , dan dapat menghilankan kemelekatan -kemelekatan. Banyak pelajaran tentang kehidupan yang saya dapat pelajari dari buku tersebut. Cetakan bahasa Indonesianya sulit didapatkan, sehingga saya membeli dalam bahasa Inggris.

Ternyata kemelekatan merupakan salah satu beban dalam kehidupan, dengan dapat melepaskan kemelekatan hidup menjadi lebih ringan, dalam mengambil keputusan akan lebih mudah.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

06 Apr 2020 | 971
17 Apr 2020 | 892