rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Penjara

Penjara

Saya mendapatkan cerita ini dari tulisan Ajahn Brahm yang berjudul dunia bebas, Ajahn Brahm adalah seorang bhikkhu agama Budha yang tinggal di Australia, dan membangun vihara yang sangat besar di Australia. Di Indonesia Ajahn Brahm dikenal dengan bukunya yang berjudul Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, buku ini ada 3 jilid. Saya kutip cerita dari Ajahn Brahm yang berjudul Dunia Bebas.

Selama beberapa minggu seorang rekan bhikkhu mengajar meditasi di sebuah penjara baru dengan tingkat pengamanan yang sangat ketat di dekat Perth. Sekelompok kecil narapidana telah mengenal baik dan menghormati sang Bhikkhu. Pada akhir sebuah sesi, mereka mulai bertanya mengenai rutinitas kesehariannya di vihara.

“Kami harus bangun jam 4 setiap hari” katanya, “kadang-kadang terasa sangat dingin karena kamar kami yang kecil tidak memiliki penghangat ruangan. Kami hanya makan sekali sehari, semuanya dicampur aduk dalam satu mangkuk. Pada tengah hari dan pada malam hari kami tidak makan apapun. Tentu saja, tidak boleh berhubungan seks atau minuman beralkohol.

Kami tidak punya televisi, radio atau alat musik. Kami tidak pernah menonton film, juga tidak berolahraga untuk kesenangan. Kami berbicara sedikit, bekerja keras dan melewatkan waktu luang dengan duduk bersila mengamati nafas dan kami tidur diatas lantai.”

Para napi tertegun mengetahui sederhananya kehidupan membiara. Kalau dibandingkan dengan penjara, penjara mereka itu bak hotel bintang lima. Bahkan seorang napi begitu tergerak simpatinya atas merananya si bhikkhu sahabatnya ini sampai dia lupa dimana dia berada dan berkata “Ngeri amat tinggal di viharamu. Kenapa kamu tidak pindah kesini dan tinggal bersama kami?

Memang benar vihara saya jauh lebih sederhana dari pada penjara terketat untuk para narapidana, namun banyak yang datang ke sini dengan kemauan sendiri, dan berbahagia di sini. Sementara begitu banyak yang mencoba kabur dari penjara yang lebih nyaman, dan tidak berbahagia di sana.

Mengapa? Itu karena, di vihara saya, penghuninya ingin berada di sana. Kalau di penjara penghuninya tidak ingin berada di sana, itu bedanya.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pelajaran yang saya dapatkan dari cerita di atas, terletak pada kalimat yang terakhir, yang dikatakan di Penjara orang yang ada didalamnya tidak ingin ada disana, sedangkan di vihara orang ingin ada di dalam vihara. Walaupun keadaan di penjara terlihat lebih baik dibandingkan dengan di vihara, tetapi orang-orang yang berada di dalamnya ada keinginan untuk masuk ke dalamnya.

Keadaan seperti itu, juga sering dialami oleh karyawan yang sulit untuk mencari pekerjaan, sehingga dia merasa terpaksa untuk bekerja di satu perusahaan. Untuk dia yang penting dapat bekerja dan akan mendapatkan uang. Motivasi bekerja seperti ini tidak akan menjadikan orang tersebut berprestasi.

Jadi pada saat interview menjadi sangat penting untuk mengetahui motivasi calon karyawan tersebut untuk mencari pekerjaan. Salah satu yang paling mudah adalah pada saat calon karyawan mengatakan dia mau bekerja apa saja, biasanya orang seperti ini sudah putus asa untuk mencari pekerjaan, sehingga pekerjaan apa saja dia mau menerimanya.

Keadaan yang sama juga bisa terjadi pada karyawan yang telah bekerja di suatu perusahaan, kemudian entah apa yang terjadi, karyawan tersebut sudah merasa bosan dengan pekerjaannya. Sehingga dia merasa seperti dipenjara pada saat bekerja, karyawan yang seperti ini mungkin tidak akan produktif juga. Kalau dia mau mengundurkan diri, saya biasanya mempersilakan saja, karena memang sudah tidak mempunyai motivasi lagi untuk memberikan yang terbaik.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

No data to display