rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mencari Uang atau Sumber Uangnya

Mencari Uang atau Sumber Uangnya

Saya senang mengamati banyak hal tentang kehidupan, diantaranya adalah perbedaan orang yang sukses secara financial dan orang yang biasa-biasa saja. Apakah perbedaannya dan mengapa bisa terjadi.

Setiap orang diberikan talenta dalam hidupnya, dan talenta yang dimiliki oleh seseorang tidak sama dengan orang lain. Talenta ini harus di gali, diasah, agar talenta yang dimilikinya dapat berkembang. Seseorang yang diberikan talenta untuk musik, kalau tidak pernah bermain musik, maka talenta yang dimilikinya akan hilang. Jadi setiap orang terutama yang masih muda harus dapat mencari dan menggali talenta apa yang dimilikinya. Cara melakukan explorasi adalah dengan mencoba-coba apa yang disukai, walaupun yang disukai di awal belum tentu menunjukkan talenta yang dimiliki, tetapi itu dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk mencari talenta.

Saya mempunyai seorang teman yang memang mempunyai talenta untuk membuat kue, kalau dari pendidikan mungkin rata-rata, tetapi membuat kuenya enak dan bagus. Teman saya ini menerima pesanan untuk pesta, dan acara acara lain. Penghasilan dari membuat kue ini sangat lumayan, ada satu hal yang saya lihat, semuanya dia kerjakan sendiri, dia tidak percaya dengan orang lain. Pernah saya tanyakan mengapa tidak mengambil asisten untuk membantu membuat kue. Jawabnya adalah dia belajar kue dari ikut kursus yang membayarnya mahal, kalau dia mempunyai asisten nanti asistennya akan belajar dan membuat kue yang sama.

Menurut saya cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir yang sempit, seandainya dia dapat mempercayakan membuat kuenya oleh asisten, dan dia melakukan pemasaran yang baik, maka ordernya akan berlimpah, seandainya asistennya keluar dan membuat kue juga, tentunya untuk membuat lebih besar adalah bagaimana cara memasarkan dan membuat kue yang enak. Kedua kemampuan ini harus bersamaan dimiliki. Kalau hanya punya satu kemampuan membuat kue saja tidak bisa, atau hanya bisa memasarkan saja akan sulit kalau tidak punya partner yang dapat membuat kue yang enak.

Salon untuk rambut banyak bertebaran dimana-mana, dan yang punya jaringan merk juga tidak sebanyak salon rambut yang ada. Seperti misalnya Johny Andrean, Rudy Hadisuwaryo, Irwan, dan masih banyak lagi. Mereka awalnya memulai dengan memotong rambut sendiri, dan karena kualitasnya bagus, kemudian punya asisten, lama-lama punya gerai yang semakin lama semakin banyak, seandainya mereka tidak mengajarkan bagaimana memotong rambut yang baik kepada para asistennya, sangatlah sulit gerainya dapat berkembang begitu pesat.

Apakah tidak ada asisten yang telah diajarkan dan mahir kemudian keluar membuat salon sendiri, mungkin jumlah nya juga banyak yang telah membuka salon sendiri, tetapi mereka tetap saja menjadi besar.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pada dua contoh diatas, teman saya yang mempunyai talenta untuk membuat kue, hanya cukup untuk menghidupi dirinya, sedangkan contoh berikutnya adalah pemilik salon yang mau mengajarkan ilmunya ke asistennya, dan menjadi besar. Mereka berdua berbeda, yang satu adalah mencari uang dan yang kedua adalah mencari sumber uangnya.

Sumber uang dari menjual kue dan menerima gunting rambut adalah jumlah pelanggan yang mau membeli kuenya dan kalau di salon jumlah pengunjung yang akan gunting rambut. Untuk meningkatkan jumlah keduanya harus bisa menangani banyak pelanggan. Kenyataannya kita tidak dapat bekerja sendiri, harus bekerja bersama dengan team yang lainnya.

Tentunya untuk bisa melayani pelanggan dalam jumlah besar, tidak dapat membuat kue sendirian, harus dibantu oleh banyak asisten. Membuka salon juga sama, bila pelanggannya banyak dan ditanganni sendiri oleh pemilik salonnya, maka pelanggan akan banyak yang komplain, karena menunggu lama. Pemilik salon harus mau mengajarkan ilmunya kepada asistennya agar bisa lebih banyak lagi orang yang bisa di tangani. Dan salonnya akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar, kalau jumlah orang yang membantunya sudah banyak, maka pemilik salon tidak lagi harus menangani pelanggannya langsung. Dia tinggal memikirkan strategi bagaimana dapat membuat gerai lebih banyak lagi.

Mengapa jarang sekali penata rambut di salon berpikiran untuk membuka sendiri? Karena kalau salonnya ramai maka penghasilan penata rambut akan jauh lebih besar dibandingkan kalau dia membuka sendiri di rumah. Kalau membuka sendiri belum tentu dapat seramai kalau dia ikut di salon yang sudah terkenal, pasti dari segi penghasilan akan jauh lebih besar, kalau ikut di salon yang ramai.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

20 Sep 2019 | 2068