rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Karyawan Kontrak

Karyawan Kontrak

Saya pernah diundang oleh penyelenggara seminar untuk sharing mengenai bagaimana cara mengelola karyawan milenial, banyak yang merasa kesulitan dalam mengelola karyawan milenial ini, karena mereka ingin bebas, tidak ada sekat, dan cepat bosan. Agar karyawan tidak gampang keluar dari perusahaan dibuatlah kontrak yang mengikat selama 1 atau 2 tahun. Kemudian, perusahaan biasanya menahan ijazah karyawan kontrak bila mereka keluar sebelum waktunya, mereka akan dikenakan denda.

Saat di seminar saya bertanya, “siapa disini yang melakukan kontrak terhadap karyawan kemudian ijazahnya ditahan dan kalau keluar sebelum selesai kontrak harus membayar denda?” Ternyata ada sekitar lima orang angkat tangan dari sekitar tiga puluh peserta. Alasan mereka melakukan kontrak dan memberikan sanksi bila keluar adalah agar karyawan tidak keluar sebelum masa kontraknya selesai.

Saya mulai bercerita, seandainya ada karyawan yang bekerja di suatu perusahaan, dan dia sudah tidak merasa cocok dengan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan, dia mau keluar karena memang pekerjaannya tidak cocok. Karena terikat kontrak yang harus diselesaikan, maka dia meneruskan kontraknya. Apakah karyawan yang bekerja dengan terpaksa akan menghasilkan pekerjaan yang baik? Saya sangat yakin cara dia bekerja seenaknya saja, bekerja hanya menunggu waktu sampai kontrak selesai. Kalaupun mau hasilnya yang baik, dia harus selalu diawasi dan disuruh. Untuk mengawasi dan menyuruh tentunya perusahaan akan mengeluarkan biaya yang lebih besar, yang mengawasi pasti orang yang gaji nya lebih besar, dan kalau dia bekerja untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan, maka hasilnya akan lebih besar dibandingkan dengan hanya mengawasi orang lain bekerja.

Di Andal Software kami menerapkan sistem kontrak untuk karyawan baru, tujuan menerapkan kontrak adalah agar karyawan dapat menyesuaikan diri dengan kultur di Andal Software, bila karyawan merasa bahawa kultur di Andal Software tidak cocok dengan dirinya, maka dia boleh mengundurkan diri. Sebaliknya Andal Software juga dapat memberhentikan karyawan kontrak, bila ada karyawan kontrak yang tidak dapat mengikuti ritme kerja di Andal Software. Kami merasa bahwa setiap orang mempunyai kemampuan, dan kemampuan seseorang akan dapat bertumbuh bila lingkungannya cocok dengan dirinya. Ada orang yang akan bertumbuh kalau cara kerjanya harus disuruh, dan bahkan harus sering ditanya progress pekerjaan yang sedang dilakukan. Andal Software mempunyai cara kerja yang berbeda. Kami hanya memberikan tugas, kemudian Andaler akan mengerjakan sendiri tanpa harus di monitor dan kalau ada kesulitan langsung konsultasi saja dengan atasannya. Manager di Andal Software berlaku sebagai pelayan untuk staffnya, manager akan membantu staffnya yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya. Salah satu tugas dan tanggung jawab manager adalah menumbuhkan bawahannya, sehingga mereka akan selalu menjadi lebih baik.

Pelajaran yang saya dapatkan
Untuk membangun perusahaan yang kuat, kita memerlukan orang-orang yang mempunyai insiatif dan tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan. Orang seperti ini adalah orang yang mencintai pekerjaannya, jadi kalau ada orang yang sudah tidak suka dengan pekerjaannya dan ingin keluar, Andal Software tidak akan pernah mempertahankan karyawan.

Pada awal saya mulai mendirikan perusahaan, bila ada karyawan yang saya rasa bagus dan ingin mengundurkan diri, maka saya cari cara bagaimana agar karyawan tersebut tidak jadi meninggalkan Andal Software. Hasilnya kultur didalam perusahaan tidak bagus, dan perusahaan menjadi tidak produktif.

Saya belajar dari Tony Shieh pendiri Zappos toko sepatu online pertama di dunia dan penulis buku Delivering Happiness, sekarang Zappos dibeli oleh amazon. Didalam bukunya dia ceritakan setiap karyawan baru akan diberikan training, dan setelah training selesai, calon calon karyawan diberi pilihan akan mengambil uang yang USD 5,000 atau bekerja di Zappos.

Pada saat selesai membaca buku itu, saya berpikir, bukannya Zappos sudah mengeluarkan biaya untuk memberikan training? Mengapa pada saat akhir diberi pilihan seperti itu? Tetapi dengan cara seperti itu Zappos mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Berarti dari cara itu menghasilkan orang orang yang mau bekerja.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

20 Sep 2019 | 2068