rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Atasan Yang Selalu Benar?

Atasan Yang Selalu Benar?

Saya pernah mengalami beberapa tahun yang lalu, dimana saya merasa bahwa saya adalah yang paling tahu dan paling menguasai dalam mengembangkan perusahaan. Kepercayaan diri saya semakin lama semakin kuat bahwa saya adalah orang yang paling tahu dan paling mengerti di dalam mengembangkan bisnis software. Kalau sekarang saya flash back ke belakang, rasa keyakinan saya, bahwa saya paling menguasai, terjadi karena saya adalah yang mendirikan perusahaan dan saya menduduki posisi paling tinggi di perusahaan itu. Karena saya memperlakukan bawahan saya, bahwa pengetahuan mereka tidak sehebat pengetahuan dan kemampuan saya, akibatnya mereka menjadi karyawan yang menurut saja dengan apa yang saya katakan. Mereka mengerjakan sesuatu hanya kalau saya perintah, kalau tidak diperintah tidak bergerak. Dengan bertambahnya jumlah karyawan, akhirnya pekerjaan saya semakin banyak, karena saya harus memikirkan banyak hal, dan harus memberikan perintah ke banyak orang.

Saya mulai menyadari pada saat saya mengalami kesulitan, tidak banyak orang yang mau membantu untuk memikirkan bagaimana caranya untuk keluar atau mengatasi kesulitan yang saya rasakan. Pernah saya berpikir, bahwa kenapa saya cape sendiri, mereka yang saya gaji tidak dapat membantu saya dalam menyelesaikan masalah yang saya hadapi. Saya mulai merasa ada yang salah dalam mengelola perusahaan, tetapi apa yang salah saya tidak tahu. Saya berlatar belakang dari sekolah bisnis yang saya tahu dalam mengelola perusahaan dengan management. Pada saat itu mulai didengungkan tentang leadership, saya mulai membaca buku tentang leadership, buku leadership yang menarik untuk saya adalah karangan John C Maxwell, karena mempunyai pengalaman latar belakang yang mirip dengan apa yang saya alami, jadi saya hampir punya semua buku yang ditulis oleh John C Maxwell.

Dalam buku leadershipnya John C Maxwel, saya banyak belajar bagaimana menjadi leader yang efektif, diantaranya adalah saya harus belajar setiap hari, dan saya selalu memberikan yang terbaik dari hasil pekerjaan saya setiap hari. Saya juga mulai menyadari bahwa karyawan yang menghadapi customer setiap hari, akan lebih memahami customer dibandingkan dengan saya, sehingga saya harus banyak belajar dari mereka. Mendengarkan pengalaman mereka berinteraksi dengan customer. Kesadaran dapat belajar dari bawahan, membuat kesombongan diri saya berangsur angsur terkikis, ternyata orang yang duduk di kursi paling tinggi di dalam suatu perusahaan belum tentu tahu segalanya, belum tentu juga mengerti segalanya, banyak hal yang perlu kita belajar dari mereka juga. Kesadaran akan kemampuan yang dapat dimiliki seseorang mempunyai keterbatasan, membuat saya mau belajar dari banyak orang terutama di dalam lingkungan perusahaan. Yang tadinya saya banyak bicara, banyak memberikan perintah, berangsur-angsur terjadi perubahan. Saya mulai banyak bertanya dan banyak mendengarkan.

Pelajaran yang saya dapatkan
Dari pengalaman saya diatas, banyak pelajaran yang saya petik. Kata kuncinya adalah kesombongan tidak akan membuat orang bertumbuh karena orang yang sombong merasa dirinya sudah hebat. Pada saat saya mulai menyadari bahwa bawahan bisa tahu lebih banyak, karena mereka memang menggeluti pekerjaannya setiap hari, dibandingkan dengan saya. Saya mulai mau mendengarkan, dan lama kelamaan saya sering meminta pendapat dari mereka sebelum saya memutuskan sesuatu, dan ternyata hasil keputusannya jauh lebih baik, dibandingkan kalau saya langsung memutuskan tanpa meminta pertimbangan dari beberapa orang.

Tentunya keputusan-keputusan yang mempunyai dampak yang besar, saya baru melakukan konsultasi dengan para manager saya. Sekarang ini saya bisa melihat bahwa peranan manager dalam mengembangkan perusahaan sangat besar sekali, dan saya bisa melihat mereka bertumbuh dengan cepat. Pertumbuhan dalam cara berpikir, mengambil keputusan dan tentunya tindakan yang mereka ambil. Saya tidak bisa membayangkan sebelumnya bahwa, potensi mereka begitu besar, bila kita mau menggali potensi diri orang-orang di bawah kita. Mereka akan menjadi orang-orang yang dapat kita andalkan. Tentunya kita juga harus bisa menilai seseorang dengan sangat objektif, karena tidak semua orang yang mempunyai sikap cocok dengan kultur perusahaan.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

05 Jul 2019 | 2043
30 Aug 2019 | 1716