rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Antara Mental Kaya dan Mental Miskin

Antara Mental Kaya dan Mental Miskin

Suatu ketika saya berbincang dengan seorang teman yang mempunyai jabatan manager di suatu perusahaan yang cukup besar, dan sebagai seorang yang mempunyai jabatan tingkat menengah tentunya mempunyai fasilitas kantor yang dapat digunakan untuk pribadinya, dengan tujuan agar pekerjaan yang harus dia lakukan berjalan dengan baik. Perusahaan mau memberikan segala fasilitas ke karyawan, tujuannya adalah agar pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan, dapat berjalan dengan baik. Tetapi ada saja yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kepentingan pribadinya, seperti claim bensin, menggunakan jam kantor, membawa supplies kantor semuanya untuk kepentingan pribadinya. Dengan harapan pengeluaran pribadinya menjadi kecil dan penghasilan akan menjadi besar.

Mental bekerja seperti ini, adalah mental kerja orang rata-rata, dan saya bisa menyebutnya sebagai mental miskin. Mereka mengharapkan menjadi kaya tetapi dengan menghemat pengeluaran pribadinya. Penghematan pengeluaran pribadi dengan memanfaatkan fasilitas kantor, membuat beban perusahaan menjadi lebih besar dan tidak dapat dikontrol, yang akibatnya perusahaan tersebut sulit untuk bertumbuh. Kalau perusahaan tempatnya bekerja sulit untuk bertumbuh, maka semua karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut juga akan terpengaruh dengan pemasukan dan mungkin gajinya. Bagaimana perusahaan dapat memberikan gaji yang baik, kalau perusahaan tidak mempunyai keuntungan yang baik.

Karyawan yang bermental kaya, adalah mereka yang selalu bekerja dan ikut memikirkan bagaimana perusahaan dapat berkembang dan menjadi besar sesuai dengan porsi, atau kewenangan dari karyawan tersebut. Misalkan seorang sales, yang harus dia pikirkan adalah bagaimana dapat meningkatkan sales dari perusahaan tersebut. Karena lingkup kerja seseorang akan berpengaruh pada kemampuan dan kewenangan dalam membuat keputusan. Seorang sales tentunya tidak dapat memikirkan bagaimana cara meningkatkan keuntungan perusahaan, karena kewenangan dan wawasannya belum cukup untuk berpikir dan melakukan peningkatan keuntungan perusahaan.

Seorang yang bekerja penuh dengan tanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukannya, akan menambah skill dan kemampuan dibidangnya. Dengan skill dan kemampuan yang selalu meningkat, maka karyawan tersebut akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Peningkatan skill dan kemampuan hanya bisa didapatkan dengan bekerja keras dan pintar, yang selalu memikirkan untuk bekerja agar hasil pekerjaannya lebih baik dari hari kemarin. Peningkatan skill dan kemampuan ini juga yang membawa seseorang menuju karir yang lebih tinggi lagi.

Coba kita lihat karyawan yang mempunyai mental miskin, dia akan selalu berpikir bagaimana bisa memanfaatkan kantor untuk kepentingan pribadinya, lama kelamaan karyawan bermental miskin akan sangat mahir dalam memanfaatkan kepentingan kantor. Jadi selama bekerja dia tidak membangun skill dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang karyawan, tetapi skill untuk memanfaatkan kepentingan kantorlah yang dia kembangkan. Akibatnya pada suatu saat, bila dia harus pindah ke tempat lain, dia tidak mempunyai skill yang diharapkan oleh perusahaan barunya, sehingga sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan yang lain. Apalagi skill dan kemampuan yang dimiliki, bukanlah skill positif yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan melainkan, akan membuat perusahaan tidak efisien.

Pelajaran yang saya dapatkan
Ada beberapa orang yang ingin menjadi makmur, tetapi tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan kemakmuran tersebut, dan akhirnya banyak yang salah jalan. Kemakmuran terjadi pada saat kita dapat mengubah pola pikir kita, pola pikir kemakmuran adalah pola pikir dimana kita selalu bisa meningkatkan skill dan kemampuan di dalam diri kita, sehingga skill dan kemampuan yang kita miliki mempunyai nilai yang tinggi. Contohnya seseorang yang selalu berlatih musik sejak masih muda, maka dia akan mengasah skill dan kemampuannya dibidang musik, dan pada saat kemampuannya mempunyai nilai yang cukup tinggi maka dengan sendirinya kemakmuran akan didapatkan.

Jadi untuk mengejar kemakmuran bukan uangnya yang harus dikejar tetapi bagaimana kita bisa mendapatkan skill dan kemampuan yang dapat menghasilkan uang. Dengan mengasah skill dan kemampuan yang bisa menghasilkan uang, nilainya jauh lebih besar dibandingkan dengan mencari uangnya.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

26 Jun 2019 | 1238