rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mendefinisikan Ulang Kehidupan

Mendefinisikan Ulang Kehidupan

Membaca buku yang ditulis oleh Lee Kai Fu saya bisa merasakan bahwa Kai Fu adalah seorang yang sangat ambisius dan pandai, dia yang mendirikan microsoft reasearch di China, yang sekarang bernama Microsoft Research Asia, dan dia juga yang mendirikan Google di China, yang akhirnya ditutup oleh Google, dan sebelum Google China ditutup, dia sudah mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan sendiri. Ambisinya adalah agar dapat menolong banyak startup di China untuk maju dan berkembang, sehingga dia banyak memberikan konsultasi, seminar di seputar Artificial Intelligence, dan dunia IT kedepan.

Secara tidak sengaja Kai Fu melakukan medical check up, dan ternyata terindikasi dia kena kanker kelenjar getah bening dan sudah memasuki stadium keempat, dan dia mulai memikirkan hidupnya, karena biasanya seseorang yang kena kanker kelenjar getah bening, apalagi sudah memasuki stadium ke empat, umurnya tidak panjang lagi. Mulailah dia memikirkan kehidupan spiritual, dan juga orang-orang dekat di sekitar dia, bagaimana dia membagikan waktu dan kasih sayangnya kepada orang-orang yang ada di dekat dia, terutama keluarganya. Apakah dia sudah memberikan waktu yang cukup untuk orang-orang yang dikasihinya. Semua pertanyaan ini muncul disaat dia merenungkan tentang penyakitnya yang membuat dia tidak lama lagi hidup di dunia ini.

Pada suatu saat ada temannya yang mengatakan bahwa dia harus melakukan pemeriksaan ulang pada dokter yang lainnya, dan akhirnya dia melakukan pemeriksaan ulang, di tempat yang berbeda. Bahwa dikatakan penyakitnya masih dapat diobati, dan itu adalah hal yang wajar, akhirnya Kai Fu sembuh dari penyakitnya. Ada cerita lain lagi dari Prof. Clayton Christensen, dia adalah seorang Prof dari Harvard Business School yang sangat terkenal dengan teori innovation, banyak sekali buku yang ditulis, belum lagi tulisan-tulisan yang dia terbitkan di banyak journal. Dalam waktu tiga tahun Clay, mendapatkan serangan jantung, cancer dan stroke, tiga penyakit yang dapat mematikan. Strokenya menyebabkan Prof. Clay tidak dapat berbicara, dan dia mulai belajar bicara lagi, akhirnya sekarang dapat berbicara, walaupun berbicaranya agak lambat. Pada saat terkena penyakit tersebut, Prof. Clay mulai merenungkan kehidupannya, apakah yang sudah diperbuat dalam kehidupan ini, dan akhirnya dia menulis buku yang berjudul “How Will You Measure Your Life”. Menurut saya buku yang bagus karena banyak sekali hasil pemikiran reflektif yang ditulis dalam buku tersebut.

Pelajaran yang saya dapatkan
Setelah membaca buku Lee Kai Fu, dan saya merenenung kembali buku-buku yang telah saya baca yang mempunyai pengalaman seperti Lee Kai Fu, seperti Prof. Clay di atas, dan ada lagi beberapa yang mempunyai pengalaman sudah hampir meninggal, biasanya baru menyadari tentang kehidupan. Sebenarnya hidup ini untuk apa? Apakah saya sudah cukup mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti keluarga inti, anak, istri atau suami. Apakah kita sudah memberikan kasih di sekitar lingkungan kerja kita? Kai Fu di dalam bukunya mengatakan yang memberikan kehidupan yang sebenarnya adalah Cinta. Apakah kita sudah mencintai sesama manusia? Rasa cinta terhadap sesama manusia itulah kehidupan yang dapat memberikan kehidupan yang sebenarnya. Dan cinta terhadap sesama ini yang akan kembali kepada kita.

Akhir-akhir ini di sosmed saya sering melihat video, kebaikan seseorang yang diberikan kepada orang lain, dan orang yang menerima kebaikan tersebut memberikan kebaikan pada orang lain lagi, akhirnya kebaikan tersebut kembali kepada dirinya. Saya juga prihatin, dalam waktu 10 tahun belakangan ini, mulai terjadi pengkotak-kotakan, kebencian ditebarkan pada sesama manusia, yang bukan kelompoknya dianggap tidak baik. Bagaimana kalau kehidupan kita yang sangat singkat di dunia ini, kita gunakan untuk menebarkan kebaikan, saling mencintai sesama, sehingga akan mewujudkan Indonesia yang makmur, yang kata orang jawa, Gemah Ripah Loh Ji Nawi. Dengan memulai membuang penyekat perbedaan, karena perbedaan akan membuat kita menjadi maju.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

26 Jun 2019 | 1238