rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Untuk Apa Kita Hidup?

Untuk Apa Kita Hidup?

Pertanyaan ini sering sekali terdengar di telinga saya, apalagi kalau orang tersebut sedang mengalami kesulitan. Sebenarnya dalam keadaan kesulitan atau tidak, pertanyaan tersebut menjadi relevan, kalau kita mau mengkaji lebih dalam lagi. Seseorang yang hidup dengan harta berlimpah mungkin tidak mengalami kesulitan, kemudian setelah dia nanti meninggal, hartanya untuk siapa? Jadi pertanyaannya akan menjadi, untuk apa kita hidup, kalau kita sudah berhasil mengumpulkan kekayaan, ketenaran dan kekuasaan, semuanya akan ditinggalkan pada saat kita meninggal nanti.

Yang dapat diwariskan dari semuanya itu adalah kekayaan sedangkan kekuasaan dan ketenaran tidak dapat diwariskan. Dalam mewariskan harta kekayaan belum tentu keturunannya dapat mengelola dengan baik. Sudah banyak sekali contohnya, orang-orang kaya jaman dahulu, keturunannya tidak menjadi kaya juga. Waktu melakukan kontemplasi di tempat yang sunyi, dan tempat tersebut mempunyai kebun yang sangat luas, banyak sekali tanaman yang ada di dalam kebon tersebut ada pohon rambutan, sukun, kelapa, dan berbagai tanaman lainnya. Di areal kebon tersebut ada shelter yang terlihat kecil di situ sedang dibibit pohon-pohon tanaman lainnya, diharapkan pohon tersebut akan berbuah dan menghasilkan buah yang lebat dan manis.

Saya membayangkan bahwa kehidupan manusia seperti pohon-pohon yang ada di kebon tersebut, sedangkan sang pencipta seperti pemelihara kebon. Pak Kebon, begitu panggilan orang yang memelihara kebon tersebut, dia mengetahui dengan rinci masing-masing tanaman yang ada di dalam kebon tersebut, saya bertanya tentang pohon sukun yang tidak berbuah, dan dia mengatakan belum saatnya untuk berbuah. Dari percakapan tersebut saya mengetahui dengan pasti pak Kebon sangat menyayangi semua tanamannya.

Pak kebon akan memberikan pupuk, menyiangi rumput dan ilalang yang ada di sekeliling pohon, dan pohon-pohon yang mengganggu kehidupan pohon yang sedang dipelihara akan ditebang dan kayu kayu serta rantingnya akan dibakar. Sehingga semua pohon yang ada di kebon tersebut akan menghasilkan buah yang lebat dan manis. Buah yang dihasilkan oleh pohon-pohon yang ada di kebon tidak pernah dinikmati oleh pohonnya, tetapi dinikmati oleh orang lain.

Sang pencipta sangat baik terhadap manusia seperti pak Kebon memelihara pohon-pohon yang ada di kebonnya, tetapi manusia yang dikasihi oleh sang penciptanya sering kali tidak berbuah dengan baik, melainkan mengganggu tanaman lainnya. Pohon-pohon yang menggangu akan ditebang oleh Pak Kebon, sama halnya dengan manusia. Sang pencipta menghendaki manusia berbuat baik, dapat memberikan hasil karyanya baik hasil karya yang tidak berwujud maupun hasil karya yang tidak berwujud. Hasil karya yang diharapkan oleh sang pencipta adalah hasil karya yang dapat dinikmati oleh orang lain, karena pohon tidak akan menikmati buahnya sendiri. Pada saat pohon-pohon yang ada di dalam kebon tersebut berbuah manis dan lebat, maka pohon tersebut tidak perlu khawatir akan kekeringan karena kekurangan air, atau tidak cukup makanan untuk membesarkan buahnya, pasti Pak Kebon akan menyirami tanamannya bila terjadi kekeringan, dan akan memberikan pupuk dan menggemburkan tanah.

Pelajaran yang saya dapatkan
Dalam kehidupan kita harus dapat menghasilkan buah-buah yang manis, artinya kita harus menghasilkan karya-karya yang dapat dinikmati oleh orang lain. bagaimana caranya agar kita dapat berkarya agar dapat dinikmati oleh orang lain? kalau kita bekerja, bekerjalah yang baik, sehingga hasil pekerjaan kita dapat bermanfaat untuk orang lain, kalau pada saat bekerja, kita bekerja seenaknya, maka hasilnya sudah pasti tidak bagus, itu sama saja menjadi pohon yang mengganggu pohon lainnya.

Jika setiap pekerjaan kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, itu sudah dapat menghasilkan buah yang manis. Sesulit apapun pekerjaan yang kita kerjakan, kita tetap saja harus menghasilkan pekerjaan yang bagus. Jika kita dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sederhana dengan dilakukan secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, hasil pekerjaan kita pasti bagus, dan karena hasil pekerjaan kita bagus, untuk mencari pekerjaan yang lebih baik akan lebih mudah.

Dalam mencari pekerjaan ini tidak dibalik, saya pindah pekerjaan agar saya mendapatkan gaji yang lebih besar. Kalau tujuan kita adalah mendapatkan gaji yang besar, sudah pasti kita tidak akan pernah mendapatkan gaji yang lebih besar lagi, mungkin satu dua kali pindah ya, tetapi selanjutnya kita akan mengalami kesulitan. Perusahaan menggaji seseorang tentunya berdasarkan kemampuan dan hasil yang dikerjakan, kalau selalu berpindah dan mengharapkan gaji yang lebih besar, sudah pasti orang tersebut tidak dapat mengasah kemampuannya untuk menghasilkan pekerjaan yang lebih baik, itu sebabnya nilainya tidak akan bisa besar.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

05 Jul 2019 | 1647
26 Jun 2019 | 1411