rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengelola Perusahaan Ibarat Mempunyai Kebon

Mengelola Perusahaan Ibarat Mempunyai Kebon

Banyak pelajaran yang didapat dari alam, manusia bisa terbang karena belajar dari alam ada burung yang dapat terbang, sekarang manusia dapat membuat pesawat terbang yang besar, bahkan dapat mengangkut truk. Tidak dapat dibayangkan sebelumnya bahwa manusia dapat membawa beban besar seperti truk dibawa terbang. Manusia dapat membuat kapal selam, dan juga dapat berenang, karena belajar dari ikan. Dan masih banyak lagi penemuan penemuan yang awalnya merupakan pengamatan dari alam kita.

Di dalam management untuk mengelola perusahaan juga dapat belajar dari cara mengelola kebun, seseorang yang dapat mengelola kebon dengan baik, akan belajar bagaimana cara mengelola manusia. Dan memang lebih susah mengelola manusia dibandingkan dengan mengelola tanaman, karena sifat yang sama akan sama saja, sedangkan manusia walaupun punya rambut yang sama dan warna kulit yang sama, sifatnya dapat berbeda jauh.

Alkisah ada seorang tuan tanah yang mempunyai kebon anggur, dia telah memilih pokok-pokok anggur yang baik untuk ditanam di kebonnya, kemudian kebon tersebut dipeliharanya dengan baik. Dengan harapan bahwa bila berbuah nanti, akan menghasilkan buah anggur yang manis. Ternyata setelah berbuah, anggur tersebut rasanya asam. Akhirnya kebon tersebut dibiarkan saja tanpa dirawat lagi dan banyak ilalang dan tanaman liar lainnya bertumbuhan di sekeliling pohon anggur tersebut, dan pohon anggur itu makin mengalami kesulitan untuk dapat bertumbuh dengan baik. Dari cerita tersebut di atas, dalam mengelola perusahaan juga sama, pada saat kita akan mencari karyawan, tentunya akan dilakukan pengetesan, interview agar didapatkan pokok anggur yang baik. Tetapi kita tidak pernah tahu pokok anggur yang baikpun dapat berbuah masam. Sama halnya dengan karyawan, pada saat karyawan baru masuk, kita harus berikan pelatihan, bimbingan yang menghabiskan banyak waktu para manager atau trainer. Memberikan training diharapkan agar karyawan baru tersebut dapat menambah pengetahuannya, bagaimana proses kerja di tempat yang baru tersebut. Bila seseorang sudah diberikan training artinya dia sudah mempunyai pengetahuan tetapi belum memiliki skill, pada saat orang baru tersebut mulai mengerjakan pekerjaannya, barulah terbentuk skill, semakin lama skill yang dimiliki digunakan maka akan semakin mahirlah skill karyawan baru tersebut.

Agar semua pohon anggur yang ada di dalam kebon tersebut dapat berbuah lebat dan manis, maka setiap pohon harus diperhatikan, mana yang harus dipotong daun daunnya agar tidak terlalu lebat. Pohon anggur yang daunnya lebat, akan berbuah sedikit. Setiap karyawan yang ada di dalam perusahaan perlu diperhatikan satu persatu, karena kemajuan setiap karyawan yang ada di dalam perusahaan berbeda beda, dan masing masing karyawan memiliki keunggulan masing masing. Cara yang diterapkan pada karyawan yang satu berhasil, belum tentu cara yang sama akan berhasil bila diterapkan ke karyawan lain. sama halnya dengan pohon anggur tadi, ada yang daunnya harus dikurangi, ada yang perlu diberikan pupuk, atau penggemburan tanah. Tidak semua pohon anggur perlu dipangkas daunnya agar berbuah lebat.

Jadi seorang pemimpin yang baik, dia harus dapat mengenali yang dipimpinnya, tidak bisa seorang pemimpin bersifat arogan, apalagi suka marah-marah kepada orang yang dipimpinnya. Bagaimana dia dapat menumbuhkan karyawan-karyawannya, suatu hal yang sulit terjadi, yang mungkin terjadi adalah penistaan karyawannya. Seorang pemimpin yang tidak dapat mengenali bawahannya akan membiarkan kebonnya, sehingga banyak sekali tanaman liar yang tumbuh di sekeliling pohon-pohon yang dipeliharanya. Sehingga semua tanaman yang dipeliharanya akan mati atau kurus karena tidak diperlihara lagi dengan baik.

Pelajaran yang saya dapatkan
Seorang pemimpin ibarat seorang pemilik kebon yang baik, dia akan memilih pokok-pokok anggur yang baik, dan setelah ditanam dia akan memperhatikan semua pohon anggurnya agar menghasilkan buah-buah yang manis dan lebat. Sang pemimpin akan memikirkan bagaimana caranya agar tanaman yang ditanamnya bisa berbuah semakin lebat dan semakin manis. Setiap pohon diberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan dari pohon tersebut, akhirnya semua pohon anggur di kebunnya akan berbuah lebat dan manis.

Seorang pemilik kebon yang tidak dapat mengenali tanamannya, akan berlaku sewenang-wenang, karena tidak mengenali maka dia akan membiarkan kebon tersebut, dan akhirnya akan tumbuh banyak tumbuhan-tumbuhan liar yang dapat merusakan tanaman di dalam kebonnya. Akhirnya rusaklah semua tanaman yang ada di kebon. Pemimpin yang tidak mengenali orang yang dipimpinnya akan berlaku sewenang sewenang, dia hanya memikirkan kepentingan dirinya, tidak lagi memikirkan bagaimana pohon tersebut agar berbuah lebat dan manis. Akhirnya semua karyawan yang ada didalam perusahaan tersebut tidak akan bertumbuh, yang terjadi adalah kemunduran atau kesengsaraan. Ada pemimpin yang baik dan ada pemimpin yang kurang baik, biasanya bisa dilihat dari rekam jejaknya, karena sikap seseorang sulit untuk diubah, dan sikap inilah yang akan menghasilkan buahnya. Apakah buah tersebut manis dan lebat atau masam?

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

01 Feb 2019 | 1733
28 Mar 2019 | 1667
22 Feb 2019 | 1303