rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengendalikan Diri

Mengendalikan Diri

Di indonesia sekarang ini banyak dikembangkan tempat tempat wisata baru, dan kebanyakan tentang alam. Memang Indonesia memiliki keindahan alam yang luar biasa, yang tadinya dianggap biasa biasa saja oleh penduduk setempat, setelah dipoles sedikit maka akan terlihat sangat indah. Keindahan ini yang menarik para wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Pada dasarnya banyak manusia yang suka menikmati keindahan alam, keindahan dari seni yang dibuat oleh para seniman seperti lukisan atau patung. Michael Angelo adalah salah satu pelukis dan pematung yang sangat terkenal. Hasil lukisannya banyak di kapel Sistine serta patung Pieta dan Patung David.

Pada dasarnya manusia sangat menyukai keindahan, itu sebabnya sekarang ini banyak sekali salon-salon kecantikan, busana yang mengikuti mode, Pria pun pergi ke salon, dan berpakaian sesuai dengan jamannya, sekarang tidak ada lagi pria yang menggunakan celana yang gombrong atau model cut bray (celana yang atasnya kecil kemudian di bawahnya lebar sekali). Orang ingin dilihat bagus oleh orang lain, saya tidak pernah melihat orang lain yang acak-acakan pada saat keluar rumah, apalagi kalau pergi ke kantor atau menemui orang lain.

Beberapa hari belakangan ini saya melihat patung-patung Putri duyung yang oleh pembuatnya dibuat sedemikian indahnya, dan diletakan di Taman Impian Ancol, sudah bertahun-tahun ada disitu, tentu saja Putri duyung tidak mengenal pakaian sehingga bertelanjang dada. Saya melihat difoto semua patung Putri Duyung diberi kemben berwarna emas, kemudian saya bertanya di dalam diri saya, sejak kapan seekor Putri Duyung di dalam dongeng menyadari perlunya kemben. Saya tidak pernah melihat Film tentang Putri Duyung yang diperankan oleh manusia, apakah mereka telanjang dada atau menggunakan kemben.

Taman Impian Jaya Ancol itu dibuat pada tahun 70an, dan tidak lama setelah itu patung Putri Duyung sudah ada, dan saat itu saya masih remaja. Pada saat saya melihat Putri Duyung yang telanjang dada, nafsu untuk memegang atau yang lebih jauh lagi tidak timbul sama sekali, karena pada saat itu saya sangat sadar bahwa itu adalah sebuah patung yang menambah keindahan di Taman Impian. Saya berpikir apakah sudah sedemikian rendahnya orang sekarang sehingga melihat patung yang telanjang dada saja sudah menimbulkan nafsu, maka itu patung yang indah harus ditutup dadanya.

Saya teringat suatu cerita yang pernah saya dengar dari teman saya, ada seorang biksu, biksu ini tidak boleh berpegangan dengan wanita, kemudian pada suatu hari sang biksu harus pergi ke kuil bersama dengan muridnya, dan kuil tersebut letaknya jauh di atas gunung. Maka sang biksu bersama muridnya harus berjalan kaki untuk menuju kuil di atas bukit, di tengah perjalanan mereka harus melewati sungai yang kebetulan airnya sedang tinggi, dan di tepi sungai tersebut ada seorang wanita yang ingin menyeberang sungai juga. Rasa ingin menolong sang biku muncul, dan akhirnya sang biku menawarkan diri untuk menggendong si wanita tersebut menyeberang sungai. Akhirnya sampailah sang biku dan wanita tersebut di seberang sungai, setelah mengucapkan terima kasih si wanita pergi mendahului rombongan sang biku. Tetapi salah satu murid sang biku selama perjalanan mukanya bersungut-sungut, dan akhirnya dia tidak tahan lagi, dan bertanya pada sang biku “Biku, anda seorang biku tidak seharusnya menggendong wanitu tersebut untuk menyeberang sungai, Mengapa biku melakukannya?”, kemudian dengan tenangnya sang biku menjawab “mengapa pikiranmu begitu kotor? Dari tadi sampai sekarang masih memikirkan si wanita tersebut?” Jawab si murid “ya, bukankah seorang biku tidak boleh menyentuh wanitu?”, sang biku menjawab “pada saat menggendong wanita itu menyeberang, saya tidak memikirkan bahwa saya sedang menggendong seorang wanita, saya merasa seperti menggendong sekarung beras, dan setelah selesai saya tidak memikirkannya lagi, yang menjadi masalah adalah kamu sampai sekarang masih membayangkan wanitu tersebut.”

Pelajaran yang saya dapatkan
Sang biku sudah melampaui keduniawian, apa yang dipikirkan bukanlah masalah duniawi. Apalagi masalah nafsu, sehingga pada saat menggendong wanita dia tidak ada nafsu yang timbul sama sekali, dia hanya merasakan ada beban di punggungnya. Sedangkan si murid masih berpikir hal-hal duniawi, maka dia memikirkan nafsu yang timbul dengan menggendong wanita.

Dalam mengendalikan diri yang paling sulit adalah mengendalikan pemikiran kita, cara berpikir akan berpengaruh terhadap kehidupan kita. Agama apapun sampai aliran kepercayaan, mempunyai tujuan untuk mengendalikan diri. Saya lahir di daerah jawa tengah di kota kecil, dimana aliran kejawen masih sangat kental sekali pada saat saya masih kecil, dan ayah saya punya teman yang sudah berumur, saya melihat keceriaan yang terpancar di mukanya, walaupun kalau saya lihat secara ekonomi bukan termasuk ke dalam kalangan menengah, tetapi dia mempunyai filosofi kehidupan yang sangat dalam. Saya masih kecil sering sekali diajak berbicara dengannya, saya banyak mendapatkan wisdom darinya. Padahal secara pendidikan formal mungkin tidak tinggi, perkiraan saya hanya SD saja. Dia sering melakukan tirakat (puasa) senin dan kamis, pengendalian diri dimulai dari mengendalikan nafsu, berpuasa adalah salah satu cara mengendalikan diri dari keinginan pada saat melihat orang lain makan enak, kita tidak terpengaruh dengan makanan tersebut. Pengendalian diri yang paling mudah adalah yang bersifat fisik, seperti puasa tadi, dan pengendalian diri pikiran akan lebih susah lagi, karena pikiran kita lebih sulit dikendalikan dibandingkan fisik.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

28 Mar 2019 | 2141