rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Mengembangkan Potensi Diri

Mengembangkan Potensi Diri

Setiap manusia mempunyai talenta, walaupun berbeda-beda, dan untuk mengembangkan talenta yang ada di dalam diri seseorang diperlukan suatu perjuangan agar talenta yang dimiliki bertumbuh. Karena talenta sama halnya sebuah biji, jika biji tidak diletakan di tanah maka biji tersebut tidak akan tumbuh, pada saat tumbuh pun dari tanaman kecil akan banyak mengalami tantangan, seperti adanya rumput liar, ilalang yang menutup tanaman kecil dari matahari.

Apabila biji yang kecil dapat tumbuh melebihi ilalang dan rumput yang mengganggunya, maka tanaman tersebut akan menjadi besar, dan pada saat akan menjadi besar pun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kemungkinan dimakan oleh binatang dan sebagainya. Talenta yang dimiliki oleh manusia juga sama, awalnya mungkin kita tidak tahu talenta yang kita miliki. Kita harus mau melakukan eksplorasi talenta apa yang kita miliki. Seringkali salah duga, bila terjadi salah duga kita harus mau melakukan eksplorasi lagi, sampai kita dapat menemukan talenta yang kita miliki.

Bila saya melihat di lingkungan saya, baik di kantor maupun teman-teman, ada beberapa orang yang sangat menonjol dalam mengembangkan potensinya ada yang biasa-biasa saja, dan juga ada yang lambat. Yang menarik sebenarnya adalah mengetahui apa yang membuat beda antara satu dengan lainnya, terlepas kemampuan yang dimilikinya, yang menjadi penghambat biasanya adalah sikap yang sering mengeluh, berpikir negatif, menyalahkan orang lain, kesombongan, hal hal tersebut biasanya yang menghambat dalam mengembangkan talenta seseorang.

Misalnya kesombongan, seseorang yang sombong adalah seseorang yang merasa dirinya lebih hebat dari yang lain, kalau sudah merasa hebat dari yang lain, maka sulit sekali rasanya untuk menerima pendapat orang lain. Terlepas pendapat orang lain itu salah atau tidak menurut diri kita, tetapi kita bisa belajar juga dari orang yang salah, dengan kerendahan hati kita dapat belajar dari siapa saja. Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari orang lain, dengan mempelajari cara berpikir orang lain, terlepas orang tersebut sukses atau tidak, maka kita akan kaya dengan pengalaman orang lain. Seorang atasan yang sering menyalahkan bawahannya, juga tidak akan bertumbuh, karena kita belajar dari kesalahan, kalau seseorang selalu menyalahkan bawahannya, artinya sebagai atasan dia adalah orang yang paling bisa. Kalau sudah merasa paling bisa maka dia tidak akan belajar dari bawahannya.

Orang yang sering curiga terhadap orang lain, biasanya dia tidak mau orang lain lebih hebat dari dirinya, sehingga dia mencurigai orang lain. Orang seperti ini juga tidak akan berkembang dengan baik, karena kalau ada orang yang lebih baik dari dirinya, dia akan mencurigai orang yang lebih baik tersebut. Agar dapat menggali talenta yang ada didalam diri seseorang, diperlukan kerendahan hati, dan juga ketekunan, dan persisten. Kerendahan hati tanpa ketekunan dan persisten maka pada saat menghadapi tantangan, maka orang tersebut dapat menyerah.

Pelajaran yang saya dapatkan
Setiap orang sudah diberikan talenta untuk dikembangkan, pertanyaannya adalah apakah orang tersebut mau mengembangkan talenta tersebut? Sekarang ini banyak orang yang menyebutnya passion, sering sekali saya mendengarkan kalau kita mau sukses kita harus bekerja sesuai passion kita. Menurut saya kita harus berhati-hati dengan passion ini, karena saya pernah mengalami pada saat akan masuk perguruan tinggi, dan menentukan saya akan belajar di fakultas apa, pada saat saya SMA saya suka sekali dengan elektronika, dan sangat senang untuk membuat rangkaian elektronik, jaman saya dulu banyak dijual kit elektronika, dan setelah dibeli, dirakit, kemudian jadikjan suatu rangkaian elektronik.

Maka saya putuskan untuk mengambil fakultas elektro, yang mempelajari elektronika. Setelah semester 4 selesai saya merasa bahwa elektronika bukan kesukaan saya, tetapi saya menyukai ilmu automation, kebetulan pada saat itu saya ada kesempatan untuk menggunakan komputer di DKI. Dari pengalaman tersebut, saya menyimpulkan untuk menemukan talenta, maka kita harus selalu explore untuk menemukan benar-benar apa yang akan menjadi karir kita di masa yang akan datang. Passion untuk satu bidang saja juga tidak cukup, seperti sekarang ini saya juga harus mengerti akuntasi, pengembangan manusia dan banyak ilmu ilmu lain yang harus saya pelajari, untuk dapat membawa andal software lebih besar lagi. Mau atau tidak mau saya harus dapat menguasai ilmu ilmu lainnya. Jadi tidak bisa saya mengikuti passion, kemudian hanya passion saya saja yang saya pelajari, banyak juga pelamar yang mengatakan saya tidak suka di sales. Tetapi pada saat melamar pekerjaan bukannya juga sudah menjadi sales untuk menjual dirinya agar dapat diterima di perusahaan yang dilamar?

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

10 Jan 2019 | 1708
01 Feb 2019 | 1430