rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Rasa Syukur

Rasa Syukur

Saya pernah membaca artikel dari WhatsApp kiriman teman saya, diceritakan seorang nenek yang sudah cukup tua masih berjualan di pasar, dan pada saat ditanya anaknya, dia mempunyai 3 orang anak, yang semuanya sudah lulus perguruan tinggi. Suatu prestasi yang luar biasa, dengan hanya menjual makanan sederhana di pasar dapat menyekolahkan anaknya sampai selesai di perguruan tinggi.

Pada saat diwawancara nenek tersebut tidak mengenal kata susah, mukanya terlihat ceria walaupun sudah terlihat keriput keriput kulit wajahnya. Tidak mengenal kata susah tidak berarti bahwa nenek tersebut tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi setiap saat dia selalu bersyukur, di dalam kesulitanpun nenek tersebut masih dapat bersyukur.

Berbeda lagi dengan cerita teman saya, yang mempunyai karir cukup sukses menurut saya. Dia bekerja di suatu perusahaan IT, kemudian dia pindah ke perusahaan yang cukup besar dan ternama, setelah satu tahun bekerja, kebetulan atasannya mengundurkan diri. Karena mungkin prestasinya cukup bagus dan tidak ada calon yang lain maka dia ditunjuk untuk menggantikan atasannya. Dengan kata lain, teman saya ini naik jabatan, dan saya yakin gajinya juga naik. Tetapi dia masih saja mencari peluang yang lainnya, saya tidak tahu apakah teman saya ini masih bekerja di perusahaan tersebut atau tidak.

Rasa syukur artinya pada saat kita bekerja keras kemudian hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita harus menerima. Rasa syukur tidak sama dengan malas, orang malas tidak mau berusaha kemudian mengatakan saya bersyukur dengan apa yang saya miliki. Bila kita belajar dari alam, dimana pohon yang mempunyai buah yang enak akan dipelihara oleh manusia bahkan akan dikembangbiakan. Sebagai manusia kita juga harus dapat berbuah lebat dan lezat sehingga banyak orang yang menyukainya. Orang-orang yang dapat menghasilkan buah karya yang bermanfaat bagi orang lain, tentunya akan membuat orang tersebut tidak kekurangan, bahkan dapat berlebih.

Seperti cerita nenek yang berjualan makanan sederhana di pasar, karena dia selalu bersyukur maka pada saat membuat makanan yang dipikirkan adalah bagaimana orang lain dapat menikmati makanannya, bukan bagaimana saya dapat untung lebih banyak lagi. Walaupun makanan yang dibuatnya sama, tetapi bila tujuannya berbeda pasti hasil makanannya akan berbeda.

Pelajaran yang saya dapatkan
Seseorang yang dapat memiliki rasa syukur pasti mempunyai agama, tetapi orang yang beragama belum tentu dapat bersyukur. Rasa syukur dapat terjadi karena kita sebagai manusia mau menerima bahwa manusia masih mempunyai kelemahan, sehingga apapun yang kita dapatkan merupakan rahmat yang kita terima dari Tuhan.

Permasalahannya adalah manusia merasa dirinya hebat mempunyai kemampuan, apapun yang dapat dicapainya adalah atas kemampuannya, orang yang semacam ini walaupun dia mengenal Tuhan tetapi dia tidak mengakui adanya Tuhan. Di dalam agama apapun kita mengakui bahwa apapun yang kita capai merupakan kehendak Tuhan, di dalam agama Islam sangatlah jelas, sering sekali mengatakan Insya Allah, yang artinya atas kehendak Allah. Jadi seseorang kalau membuat janji atau mengerjakan sesuatu kemudian dikatakan Insya Allah, dia harus benar-benar melakukan apa yang dijanjikan atau dikerjakan.

Kalau tidak dia sudah menghujat Allah, karena apa yang dilakukan atau dijanjikan dibebankan kepada Allah. Seharusnya kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, atau kalau janji kita usahakan dengan sepenuh hati, kalau memang tidak terlaksana walaupun sudah dengan sepenuh hati, artinya kehendak Allah memang tidak mengijinkan itu terjadi.

Sebenarnya saya merasa sedih pada saat orang dengan mudah mengucapkan Insya Allah, yang hanya digunakan untuk alasan untuk tidak melakukannya. Apa hubungannya rasa syukur dan perkataan Insya Allah, orang yang memahami benar kata Insya Allah dan mengucapkannya pada keadaan yang benar, maka dia akan dengan mudah bersyukur. Karena memang dia menerima bahwa dia sebagai manusia masih banyak kekurangan, dan apapun yang dia hasilkan semuanya karena pertolongan dari Allah.

Orang yang dapat bersyukur dan berserah diri kepada Tuhan, biasanya lebih berbahagia dan ceria, tidak mempunyai beban hidup. Masalah hidup bukanlah beban melainkan kesempatan untuk dapat mempunyai kehidupan yang lebih baik lagi.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

10 Jan 2019 | 1707
01 Feb 2019 | 1430