rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Kekecewaan yang Menghancurkan

Kekecewaan yang Menghancurkan

Dalam kehidupan ini banyak orang yang mengalami kekecewaannya dalam hidup ini, pertanyaannya apakah ada orang yang tidak pernah kecewa? Jawabnya mungkin ada. Saya mencoba untuk menggali lebih jauh apa yang menyebabkan saya bisa kecewa di dalam hidup ini. Biasanya kalau saya menghendaki sesuatu, kemudian saya tidak mendapatkan sesuatu tersebut saya akan kecewa. Jadi kekecewaan terjadi karena saya tidak mendapatkan apa yang saya harapkan seharusnya saya dapatkan.

Kalau kekecewaan bisa terjadi karena saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya harapkan, artinya saya tidak bisa mengharapkan sesuatu yang tidak dalam kontrol saya. Contoh yang paling mudah, misalnya saya mengharapkan bahwa saya akan mendapatkan hadiah dari anak saya pada saat saya ulang tahun. Memang selama ini saya mendapatkan suatu hadiah pada saat saya ulang tahun, tetapi karena memberikan hadiah itu adalah hak dan kemauan anak saya, maka kalau saya selalu mengharapkan bisa saja pada suatu saat saya tidak mendapatkan lagi. Karena memang kontrolnya bukan sama saya, bisa saja saya kecewa.

Walaupun kontrol sudah ada sama saya, tetapi bisa juga saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan walaupun kontrol ada pada saya. Misalnya saya mempunyai kemampuan menyanyi yang bagus, kemudian saya ingin menjadi juara menyanyai sekabupaten, kebetulan ada lomba nyanyi sekabupaten. Setelah latihan dengan tekun akhirnya setelah mengikuti lomba menyanyi saya tidak mendapatkan juara. Bisa saja saya menjadi kecewa karena apa yang saya inginkan tidak tercapai. Kalau saya melakukan introspeksi lebih jauh, mengapa saya kecewa terhadap sesuatu? apakah yang saya harapkan harus selalu tercapai? Kalau saya merasa kecewa artinya saya tidak bisa bersyukur, karena apapun yang kita dapatkan kita harus bisa bersyukur.

Seperti pada saat saya mengharapkan kado ulang tahun dari anak saya, sebenarnya perlu direnungkan apa yang saya harapkan pada saat saya menginginkan menerima kado dari anak saya? Apakah saya menginginkan sebagai bentuk perhatian dari anak saya? Kalau memang yang dibutuhkan bentuk perhatian, apakah kalau anak saya berhasil di dalam karirnya merupakan kebanggaan saya juga? Jadi kalau dia sudah berprestasi saya harusnya lebih bangga dibandingkan sekedar mendapatkan kado. Untuk kasus kedua, walaupun saya sudah bekerja keras untuk berlatih menyanyi tetapi saya tidak mendapatkan juara, artinya saya diberi kesempatan berlatih lagi agar menyanyi saya bisa lebih baik lagi. Dan saya bisa belajar, bagaimana cara bernyanyi yang lebih baik lagi. Harusnya saya bersyukur tidak kecewa, karena saya bisa belajar untuk bernyanyi lebih baik lagi.

Saat bekerja juga sama, pada saat diberikan pekerjaan lebih harusnya bersyukur, karena dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa. Bisa melakukan banyak pekerjaan dibidangnya akan menambah nilai seseorang, sehingga pada saat diberi pekerjaan lebih walaupun tidak diberikan tambahan gaji, sudah menambah nilai terhadap dirinya. Tetapi kalau tidak bisa bersyukur pada saat diberikan pekerjaan lebih, dan melakukan pekerjaan tersebut tidak dengan baik, akhirnya tidak dapat pelajaran apa-apa.

Seandainya pada saat melakukan pekerjaan tersebut merasa bahwa dirinya akan menjadi lebih bisa mengerjakan hal yang lebih sulit dan banyak akan menambah kemampuan dirinya, pasti pada saat mengerjakan pekerjaan tersebut akan dilakukan sebaik mungkin. Akhirnya akan mendapatkan pengalaman yang banyak, ujungnya nanti ada harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan imbalan yang lebih baik lagi.

Pelajaran yang saya dapatkan
Kekecewaan terjadi karena apa yang kita harapkan tidak kita dapatkan, belajar bersyukur dalam menghadapi segala hal akan membawa kita pada penerimaan keadaan, sehingga tidak merasa kecewa lagi. Kekecewaan juga akan membuang banyak energi, sehingga pada saat kita kecewa kita akan merasa capai, tidak mempunyai cukup tenaga karena kecewa, akan meyebabkan semua pekerjaan yang kita lakukan hasilnya tidak optimum.

Belajar dari kejadian kejadian diatas, saya belajar bersyukur atas apa yang saya dapatkan, walaupun sudah bekerja keras. Setelah saya belajar untuk bersyukur, banyak hal yang saya dapatkan pada saat bersyukur. Seandainya saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, biasanya saya akan melakukan introspeksi dengan pertanyaan “Pelajaran apa yang saya dapatkan dari kejadian ini?”

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

10 Jan 2019 | 1493