rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Membangun Budaya Untuk Maju

Membangun Budaya Untuk Maju

Identitas dari suatu kelompok, golongan atau sekumpulan orang yang paling mudah adalah dari atribut pakaiannya. Yang paling dikenal di kelompok universitas adalah jaket kuning yang digunakan oleh mahasiswa UI bahkan alumninya pun masih bangga menggunakan jaket kuning. Mengapa jaket kuning begitu dikenal, sedangkan jaket biru, jaket merah marron, jaket hijau yang juga dimiliki oleh perguruan tinggi lain tidak setenar jaket kuning kebanggaan mahasiswa dan lulusan UI.

Saya tidak tahu sejak kapan jaket kuning dikenal sebagai milik mahasiswa dan lulusan UI, yang saya ingat adalah pada tahun 74 dimana mahasiswa UI bergerak menentang kedatangan perdana menteri Jepang, dan akhirnya terjadi kerusuhan yang dimulai dari kampus UI di Salemba. Jaket kuning juga bergerak pada saat tahun 98, sehingga pergerakan mahasiswa pada saat itu diikuti oleh kampus-kampus lainnya, dan akhirnya Presiden RI ke-2 harus meletakan jabatannya. Jaket kuning dikenal karena memperjuangkan negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih baik. Kesan baik inilah yang mampu membuat jaket kuning menjadi semacam trademark mahasiswa dan alumni UI.

Jadi jaket kuning dikenal bukan karena mahasiswa atau alumni UI yang menggunakan, tetapi karena mahasiswa UI yang menjadi kelompok penggerak perjuangan untuk menjaga kesatuan negara Republik Indonesia ini yang menyebabkan jaket kuning dikenal. Sama halnya dengan orang Minang, mereka begitu gigih dalam memperjuangkan kehidupan, banyak orang Minang merantau kemana saja, baik di dalam negeri, maupun keluar negeri. Banyak dari mereka yang membuka usaha rumah makan, dan dikenal menjadi rumah makan Padang. Kita dapat menjumpai banyak sekali rumah makan Padang di Jakarta, dan di daerah-daerah. Dari rumah makan Padang yang harganya murah, hingga ke kelas yang paling atas.

Kumpulan sekelompok orang akan membentuk suatu budaya tersendiri, dan budaya ini yang akan mempengaruhi orang-orang yang ada didalam kelompok tersebut. Budaya ini akan terbentuk baik sebagai suku, warga dari suatu negara tertentu, atau didalam perusahaan juga akan tumbuh suatu budaya. Karena saya bekerja di perusahaan, maka saya akan menceritakan budaya perusahaan lebih banyak, tetapi saya bisa belajar budaya dari kelompok, suku atau negara tertentu. Tentunya kita perlu belajar dari budaya yang dapat membuat kelompok, suku atau negara itu maju.

Seperti suku Minang tadi, mereka biasanya ulet, dan mempunyai kerja sama kelompok yang baik, saya sering berbincang dengan pengelola rumah makan Padang, mereka punya aturan pembagian keuntungan untuk semua karyawannya. Sehingga mereka bisa bekerja sama dengan baik dan selalu memikirkan bagaimana rumah makan yang dikelolanya menjadi ramai dan laku sehingga menghasilkan keuntungan, yang dapat dinikmati bersama.

Membangun budaya didalam perusahaan tidaklah mudah, budaya harus dibangun mulai dari awal perusahaan tersebut berdiri. Secara tidak sadar si pendiri perusahaan sudah meletakan dasar dari budaya didalam perusahaan. Misalkan suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk mendapatkan uang sebesar-besarnya, dan tentunya ini merupakan pemikiran si pendiri yang ingin mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Karena tujuan utamanya adalah mengumpulkan uang maka keputusan-keputusan yang diambil selalu mengacu pada tujuan utama si pendiri. Lama kelamaan anak buah yang ikut dan bertahan adalah yang mempunyai tujuan yang sama, dan terbentuklah budaya diperusahaan itu bahwa uang adalah nomor satu, semuanya dinilai dengan uang. Budaya perusahaan dimana uang menjadi nomor satu, merupakan budaya yang sangat rapuh, tidak bertahan lama, mungkin secara perusahaan dapat berkembang secara cepat, tetapi tidak dapat bertahan lama, biasanya kalau pendirinya sudah tidak aktif lagi, perusahaan menjadi surut.

Saya selalu mengagumi perusahaan yang dapat bertahan ratusan tahun, artinya setelah si pendiri sudah tidak ada lagi, perusahaan tersebut masih terus berkembang, dan dapat menyesuaikan dengan perubahan jaman. Untuk membangun perusahaan seperti ini pasti mempunyai tantangan yang sangat besar, karena membangun manusia akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan membangun perusahaan. Setelah saya perhatikan dari beberapa perusahaan yang dapat bertahan ratusan tahun mempunyai budaya yang sangat kuat, dan budaya bisa dipertahankan walaupun sudah ratusan tahun, artinya orang-orang pada saat pendirinya masih hidup ataupun sudah tidak ada lagi, budaya perusahaan masih terus terpelihara dengan baik.

Pelajaran yang saya dapatkan
Membangun suatu usaha pada awalnya memang bertujuan agar perusahaan dapat bertumbuh dan bertahan, pasti akan dipikirkan bagaimana caranya agar penghasilan perusahaan tersebut terus bertambah. Tetapi sebagai pendiri harus mengetahui bagaimana penghasilan perusahaan itu akan bertambah? Kita tidak bisa berpikir hanya untuk menjual produk atau jasa yang dihasilkan untuk dijual yang lebih banyak.

Yang harus dipikirkan sebagai pendiri adalah produk atau jasa yang kita berikan dan buat apakah bermanfaat untuk yang membeli jasa atau produk kita? Kalau jasa atau produk yang kita hasilkan banyak manfaatnya untuk yang membeli, dengan sendirinya produk atau jasa tersebut akan banyak yang menggunakan.

Seandainya si pendiri ingin cepat menjadi besar, maka setelah membuat produk atau jasa yang sangat bermanfaat tersebut, dia akan berpikir dengan cara apapun akan dilakukan agar penjualannya banyak dan menghasilkan uang yang banyak. Perlahan tapi pasti produk atau jasa tersebut akan ditinggalkan oleh para pelanggannya. Dalam membangun usaha harus diawali dengan niat yang baik, sehingga budaya perusahaan akan terbentuk dengan baik, dan perusahaan bisa bertumbuh, bahkan mungkin dapat mencapai ratusan tahun.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

10 Jan 2019 | 1493