rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Sebelum Menjadi Ahli Dimulai dari Pemula

Sebelum Menjadi Ahli Dimulai dari Pemula

Sering kali kita melihat orang lain sukses, kemudian mengatakan “ya dia sih enak dengan segala fasilitas yang ada pasti bisa”. Kalau saya mendengar perkataan ini, dahulu saya akan mengatakan “ya bener ya”, tetapi sekarang saya akan bertanya lagi, apa sebenarnya faktor yang menjadikan dia bisa menjadi seperti itu?

Kalau memang benar bahwa fasilitas yang ada di keluarganya dapat membawa seseorang menjadi sukses, saya masih banyak melihat anak-anak orang kaya, kehidupan setelah orang tuanya tidak ada dapat menurun secara ekonomi. Pengamatan saya ini sudah dapat membuktikan bahwa fasilitas yang ada di lingkungan keluarga bukan merupakan jaminan seseorang akan menjadi orang yang sukses dalam kehidupannya secara ekonomi. Dan orang kaya akan semakin banyak karena keturunan orang kaya pasti akan menjadi orang kaya juga. Tetapi kenyataannya tidak terjadi, Kakeknya kakek saya konon kabarnya adalah orang kaya di Tegal pada jamannya, dia mempunyai gerbong kereta sendiri untuk mengangkut tebu, dan mempunyai banyak gudang di daerah pelabuhan di Tegal. Pada saat saya kecil sering ditunjukkan oleh kakek saya bahwa gudang-gudang itu adalah milik kakeknya. Rumahnya sampai sekarang masih berdiri walaupun bukan dimiliki oleh keluarganya lagi, kebetulan saya sempat melihat rumah tersebut. Dan saya membayangkan pada jaman itu mempunyai rumah yang begitu besar dengan halaman yang sangat luas. Itu memang sangat luar biasa. Kakek saya sering menceritakan kakeknya pada saya, dan banyak cerita-cerita yang menarik tentang kakeknya kakek saya ini. Tetapi harta yang begitu banyak habis tidak berbekas pada saat kakeknya kakek saya meninggal.

Dalam merenungkan tentang kehidupan ini, saya sering membayangkan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang dianggap sukses, saking ingin tahunya saya banyak membaca buku biografi orang-orang yang saya anggap sukses, baik itu dari Indonesia maupun dari luar negeri kebanyakan adalah orang Amerika, dan sekarang ada Jack Ma dari Cina. Rata-rata dari mereka pada awalnya tidak mempunyai kehidupan yang baik, seperti Steve Job, adalah anak yang kelahirannya tidak diinginkan oleh orang tuanya maka pada saat masih bayi dia diberikan pada orang yang mau mengasuhnya. Sehingga Steve Job tidak mengenal siapa sebenarnya orang tuanya. Tetapi dia bisa menjadi orang yang terkenal dan mempunyai kekayaan yang cukup besar juga.

Pelajaran dari kehidupan orang-orang yang saya baca biografinya, mempunyai kesulitan masing-masing, terlepas dari latar belakang keluarganya. Setiap level atau tingkatan pada saat kita sudah mulai mendaki tangga kehidupan, mempunyai kesulitan masing-masing. Dan setiap orang akan mengalaminya, tergantung kita bagaimana menanggapi kesulitan tersebut.

Dari pengamatan tersebut saya tidak pernah melupakan kata-kata Einstein, yang mengatakan bahwa “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah kita dengan cara berpikir pada saat masalah tersebut terjadi”. Sejak saya mengetahui nasehat Einstein ini, saya selalu belajar untuk dapat berpikir lebih lagi, agar dapat menyelesaikan masalah-masalah yang akan saya hadapi.

Pelajaran yang saya dapatkan
Pada saat mengatakan bahwa “dia sih enak karena dia mempunyai semua fasilitas yang dimiliki”, mungkin kalimatnya bisa berbeda tetapi mempunyai maksud yang sama, orang yang mengatakan kalimat tersebut telah menyatakan ketidakmampuannya. Orang lain mendapatkan apa yang dia miliki karena fasilitas yang dimiliki. Karena dirinya tidak mempunyai fasilitas yang sama maka dia tidak dapat melakukannya.

Cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir seorang pecundang, seorang yang tidak pernah berani mencoba. Dalam kehidupan ini, orang yang tidak berani mencoba pun akan mempunyai masalah yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang selalu ingin mencoba hal baru, belajar hal baru. Kalau menjadi pecundang juga mengalami masalah yang lebih besar, mengapa kita tidak move on. Hadapi masalah dengan cara berpikir yang berbeda sehingga kita akan mempunyai pengalaman untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih besar lagi yang akan kita hadapi.

Dari pengalaman dalam menghadapi masalah yang ada, saya belum pernah mengalami masalah yang tidak dapat diselesaikan, walaupun penyelesaiannya mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, jalan keluar selalu ada. Mengapa orang sering menghadapi jalan buntu? Karena mereka ingin selalu menyelesaikan masalah sesuai apa yang dipikirkan. Dalam menghadapi masalah ambilah solusi yang terbaik dari yang terjelek, dan kalau itu sudah kita dapatkan bersyukurlah, kita sudah diberi solusi yang terbaik, walaupun tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603