rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Keberhasilan Seorang Leader Tergantung Bagaimana Dia Mengasihi Pengikutnya

Keberhasilan Seorang Leader Tergantung Bagaimana Dia Mengasihi Pengikutnya

Seorang manager atau direktur belum bisa dikatakan sebagai leader, jika mereka diberikan kekuasaan untuk memimpin anak buahnya. Saya sering mendengarkan kata-kata “Leader saya kurang memperhatikan anak buahnya”, kata leader dalam kata-kata tersebut menurut saya salah, dia bukanlah sebagai leader melainkan manager. Jauh lebih mudah menjadi manager dibandingkan dengan leader, karena manager hanya ditunjuk, sedangkan untuk menjadi leader harus bekerja keras sehingga pengikutnya mengangkat dia menjadi leader. Itu sebabnya terjadi istilah informal leader, seorang yang kata-katanya dan perbuatannya diikuti oleh para pengikutnya walaupun dia tidak memiliki jabatan apapun, baik didalam perusahaan maupun didalam suatu organisasi.

Didalam organisasi saya lebih memilih untuk mencetak leader dari pada manager, saya harus memilih orang-orang yang memang punya kemampuan untuk menjadi leader, dan seorang leader perlu diasah dan dididik. Apakah setiap orang mempunyai kemampuan untuk menjadi leader? Jawabannya ya, tetapi tidak setiap orang bisa menjadi leader. Apakah setiap orang dapat diajarkan untuk menjadi leader? jawabannya juga ya, tetapi tidak semua orang mau untuk menjadi leader.

Salah satu syarat menjadi leader yang baik adalah dia harus bisa menjadi pengikut yang baik, tanpa mau menjadi pengikut yang baik dia tidak akan bisa menjadi leader yang baik. Bagaimana kita dapat melihat seorang pengikut yang baik? Dia akan berusaha memberikan hasil yang terbaik apapun yang diminta oleh leadernya.

Bagaimana mungkin seorang pengikut mau memberikan hasil terbaik yang diminta oleh leadernya? Sebelum seorang pengikut mau memberikan yang terbaik kepada leadernya, seorang pengikut sudah merasakan betapa si leader ini mengasihi para pengikutnya agar para pengikutnya dapat berkembang dan bertumbuh. Dalam mengasihi pada para pengikut, banyak pengorbanan yang dirasakan oleh seorang leader, rasa kesal, rasa frustasi, dan waktu untuk mendidik pengikutnya, dan seorang leader yang baik tidak akan pernah mengeluh. Karena tujuan dia adalah bagaimana membantu para pengikutnya agar dapat bertumbuh. Bila seorang leader melakukannya dengan tulus, pasti para pengikutnya akan merasakan ketulusan dan bimbingan dari seorang leader, dan para pengikutnya pasti akan melakukan hal yang sama pada leadernya. Tidak semua pengikut akan melakukan hal tersebut, karena memang sifat manusia, terutama orang orang yang tidak pernah merasa bersyukur atas apa yang telah diterimanya, sebaik apapun yang diterima dia pasti tidak puas.

Ada suatu cerita yang saya tidak pernah lupa, mencontohkan bagaimana pemberian seseorang itu diukur. Di suatu negara yang sedang mengalami kesulitan, sang raja meminta rakyatnya agar memberikan sumbangan untuk membayar hutang negara tersebut, kemudian banyak orang yang menyumbang, yang kaya memberikan lebih banyak, lalu datanglah seorang janda yang telah berumur dan memberikan uangnya yang tidak seberapa nilainya dibandingkan dengan orang-orang lainnya. Kemudian sang raja berkata, “Bahwa sesungguhnya wanita janda ini memberikan lebih banyak dari yang lainnya”. Banyak orang tidak mengerti mengapa pemberiannya sedikit tetapi dikatakan lebih banyak yang lainnya? Karena si wanita janda itu memberikan uang dari kekurangannya, sedangkan si kaya memberikan uang dari kelebihannya.

Berapa besar usaha para pengikut di suatu organisasi dengan bekerja sesuai dengan kemampuannya untuk memberikan hasil yang lebih baik, itu persis seperti cerita diatas. Banyak orang yang mampu untuk menghasilkan karya tetapi membuatnya tidak dengan sepenuh hatinya, sehingga hasilnya tidak menjadi yang terbaik dari yang bisa dikerjakan.

Tetapi mungkin ada orang yang baru belajar, dan dia berjuang dengan sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik, maka saya yakin orang ini akan menjadi orang yang bagus, karena dia bekerja dengan segenap kemampuannya untuk menghasilkan yang terbaik, semakin lama kemampuannya akan semakin terasah, dan akan memberikan hasil yang terbaik.

Kalau para pengikut suatu organisasi bisa menjadi pengikut seperti cerita diatas, maka saya yakin organisasi itu akan menjadi organisasi yang besar dan kuat. Agar pengikutnya dapat memberikan hasil sangat tergantung juga pada para leadernya.

Pelajaran yang saya dapatkan
Untuk menjadi leader yang baik selalu ada pengorbanan, pengorbanan ini diberikan untuk mengasihi para pengikutnya. Seringkali saya menjumpai calon-calon leader yang baik, pada awalnya sangat menjengkelkan, karena memang mereka kritis. Jadi untuk mencetak seorang leader kita juga harus siap untuk menerima banyak hal yang mungkin bisa menyakiti diri kita.

Tetapi seorang leader harus tahu apakah yang kita bimbing itu akan menjadi seorang leader atau tidak dari berapa besar tanggung jawab yang berani dia pegang. Calon leader yang baik, dia mempunyai tanggung jawab yang tinggi, disamping sikap yang rendah hati dan tidak sombong. Seseorang yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi tetapi mempunyai kesombongan juga bukan calon leader yang baik. Kalau kita bisa membantu untuk menjadi rendah hati maka dia akan menjadi leader yang baik, tetapi kalau tidak bisa, biarkan saja dia pergi. Sebagus apapun seseorang, kalau mempunyai kesombongan yang tinggi, akan membuat organisasi menjadi tidak baik.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603