rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Tepo Seliro Modal Utama untuk Berhasil

Tepo Seliro Modal Utama untuk Berhasil

Pelajaran pertama dari ayah saya yang tidak pernah saya lupakan dalam hidup ini adalah “Kalau kamu merasa sakit dicubit oleh orang lain, hendaklah kamu jangan mencubit”. Kalimat sederhana ini mempunyai arti yang sangat dalam. Ayah saya mengajarkan bahwa ukuran kita dalam memperlakukan orang lain, haruslah seperti ukuran pada diri kita. Seandainya saya dimarahi oleh orang lain, saya merasa tidak enak sehingga janganlah marah-marah juga sama orang lain.

Seandainya dalam membangun perusahaan kita tidak bisa memperlakukan karyawan kita seperti memperlakukan orang-orang yang telah kita bayar. Mereka harus mau melakukan apa yang kita perintahkan. Saya tidak pernah membayangkan akan terjadi seperti apa di dalam perusahaan tersebut. Pasti di dalamnya akan banyak orang-orang yang kalau tidak disuruh maka tidak akan bekerja. Kalau mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh pemiliknya sudah pasti dia akan kena marah. Sedangkan untuk mengerti apa yang dipikirkan oleh orang lain sangatlah sulit, apalagi mengerti apa yang dipikirkan oleh seorang pemilik perusahaan. Kalau setiap karyawan mengerti apa yang dipikirkan oleh bosnya, maka semua karyawan tadi tidak akan menjadi karyawan tetapi semuanya akan menjadi pengusaha.

Tepo seliro adalah sebuah kata dari bahasa Jawa, yang sekarang sudah jarang terdengar. Arti kata tepo seliro adalah mengukur orang lain dengan diri kita sendiri, atau bahasa Indonesianya tenggang rasa. Dulu pada saat saya masih remaja kalau ada seseorang melakukan kesalahan walaupun tidak disengaja, dia sudah merasa malu. Berbuat sesuatu yang tidak menyakiti orang saja sudah merasa malu, apalagi kalau menyakiti orang lain. Perasaan tepo seliro ini sudah jarang sekali ditemui, kalau mendengar berita belakangan ini ada seorang supporter bola yang meninggal karena dianiaya oleh penggemar bola dari pihak lain. Yang lebih ramai lagi seorang yang sangat terkenal membuat cerita bohong, sehingga sekelas cawapres bisa termakan oleh kebohongan tersebut.

Hal kebohongan juga sering terjadi di dalam perusahaan, kalau seorang pemimpin perusahaan tidak mempunyai kepekaan. Maka mudah sekali bawahannya akan memberikan cerita-cerita yang tidak benar, atau memberikan pandangan menurut penilaian Si bawahan tersebut. Padahal penilaiannya belum tentu benar. Bila seorang pemimpin perusahaan bisa diperlakukan demikian oleh bawahannya, maka akan terjadi office politic yang sangat kental. Akan sulit sekali perusahaan tersebut untuk lebih maju lagi. Seorang pemimpin yang berhasil tidak mudah percaya pada cerita-cerita bawahannya yang sangat dekat dengan dia, semuanya harus dicek ulang. Pemimpin yang Baper adalah istilah sekarang (Bawa perasaan) mudah tersinggung, sulit sekali untuk menyaring informasi yang benar atau tidak. Bukannya kemudian tidak mempercayai semua cerita yang diterima, melainkan harus memeriksa kembali apakah ceritanya benar atau tidak.

Di dalam bukunya Steven Covey menjelaskan bahwa trust ada dua yaitu blind trust dan smart trust. Blind trust yaitu selalu percaya pada orang lain, tetapi kalau smart trust yaitu kita percaya tetapi harus selalu memeriksa kepercayaan tersebut. Seorang pemimpin yang mempunyai tepo seliro yang tinggi, biasanya mempunyai kepekaan batin yang tinggi juga. Dikarenakan dia selalu mendengarkan suara hati dengan kepekaan batin yang tinggi. Tentunya akan berasa bahwa lawan bicara kita berbicara benar atau tidak. Orang yang mempunyai kepekaan batin yang tinggi tidak mudah untuk bangga bila disanjung, dan marah bila disalahkan.

Pelajaran Yang Didapatkan
Orang-orang yang tepo seliro, hampir selalu mawas diri karena ukuran yang digunakan untuk orang lain adalah dirinya sendiri. Pada saat seseorang mawas diri, dia akan menggali ke dalam batinnya, sehingga orang mawas diri biasanya mempunyai kepekaan batin yang tinggi. Pada saat saya membaca pembukaan Asian Para Games 2018, saya melihat seorang anak yang bernama Bulan Kurnia bersama Pak Jokowi.

Bulan adalah seorang anak SD yang ingin mendapatkan kursi roda dari Pak Jokowi, karena anak sekolah lainnya mendapatkan sepeda. Suratnya viral, dan mungkin dibaca oleh Pak Jokowi. Akhirnya Bulan mendapatkan kursi roda dari Pak Jokowi kemudian Bulan mempunyai kesempatan untuk bersama Pak Jokowi membuka Asian Para Games 2018. Kepekaan seorang pemimpin terhadap rakyatnya, membuat rakyat menjadi berlomba-lomba untuk meraih prestasi (Cerita saya ini tidak bermaksud untuk ikut kampanye, hanya kebetulan saja).

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

12 Oct 2018 | 1107