rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Agile Leadership

Agile Leadership

Minggu lalu saya menghadiri seminar tentang Agile Leadership. Kata Agile banyak digunakan pada saat sekarang ini, mengapa baru sekarang kata tersebut digunakan? Apakah itu yang disebut dengan Agile? Kalau saya melihat di kamus kata Agile sendiri mempunyai arti dapat bergerak cepat dan mudah. Kalau bahasa Indonesianya sepadan dengan kata tangkas. Tentunya semua dari kita merasakan sekali perubahan kehidupan yang sangat cepat. Perubahan ini terjadi di segala bidang, dan yang paling cepat tentunya pada bisnis. Siapa yang tidak cepat melakukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, perusahaan tersebut tidak dapat bersaing dan akhirnya namanya bisa hilang di dunia bisnis.

Agile ini awalnya sering digunakan oleh pengembang-pengembang software. Pada jaman saya belajar untuk membuat suatu software, rancangan software seperti apa yang akan dibuat harus sudah ditentukan di awal. Pengembangannya memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga dapat terjadi pada saat softwarenya sudah selesai dirancang. Namun proses bisnisnya sudah berubah maka akibatnya software tersebut sudah tidak cocok lagi untuk digunakan. Melihat permasalahan yang terjadi maka para pengembang software membuat metoda baru. Yang penting konsepnya sudah ada, kemudian kita membuat software bertahap tetapi dalam tahapan tersebut sudah dapat digunakan.

Perubahan pengembangan ke agile ini memerlukan perubahan mindset untuk tim pengembang baik Developer, Software Tester, Software Design, dan sekarang ada lagi jabatan baru yaitu UX Design. Tidak mudah untuk mengubah mindset yang sudah tertanam, untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Tentunya The leader memegang peran sangat penting, kalau leader yang mempunyai fixed mindset, sangat tidak mungkin untuk melakukan perubahan seperti ini. Dalam Agile leadership minggu lalu yang berbicara adalah seseorang yang sudah berpengalaman dalam melakukan research apa saja yang harus dilakukan dan dampaknya agar Agile development dapat berjalan dengan baik.

Yang akan saya sharing adalah Agile leadership. Dia mengatakan bahwa seorang leader di dalam Agile organitation harus menjaga dua hal yaitu Vision and Culture. Memberikan visi yang jelas terhadap tim menjadi sangat penting, karena mereka memang membuat sesuatu yang dilakukan secara bertahap. Kalau visinya tidak jelas, maka bisa jadi yang dibuat tidak seusai dengan harapan. Yang kedua adalah culture, mengapa culture menjadi penting? Dikarenakan perubahan yang cepat ini dapat tercapai hanya dengan culture yang dapat melakukan adaptasi.

Coba bayangkan pada saat kita sudah membuat aplikasi tahap pertama, kemudian untuk membuat tahap kedua. Itu memerlukan perombakan pada software yang telah terancang di tahap pertama, bisa jadi anggota tim akan merasa pekerjaan yang dilakukan sia-sia, karena harus merombak lagi. Anggota tim bisa saja akan mengeluh dan tidak termotivasi untuk bekerja. Bagaimana dengan Andal Software pada saat menerapkan Agile development?

Pelajaran Yang Didapatkan
Di dalam mengembangkan Agile development diperlukan seorang leader yang dapat melayani, yang sering disebut sebagai Servant leadership. Seorang leader harus mendapat respect dari bawahannya. Respect tidak harus menghormati tetapi dalam hati jengkel, kalau ini namanya terpaksa atau takut. Kalau seorang leader yang mempunyai jiwa pelayan, saya yakin bahwa organisasinya akan berkembang. Sebab leader tersebut akan selalu berpikir bagaimana caranya dapat membantu timnya untuk bertumbuh dan berkembang. Bukannya bagaimana memperdayakan timnya agar namanya atau prestasinya terlihat oleh orang lain. Seorang servent leader adalah seorang pekerja keras, tidak ada seorang leader yang tidak kerja keras kemudian akan mendapatkan respect dari timnya.

Seorang leader harus mengerti secara detail apa yang harus dikerjakan oleh timnya. Saat timnya mempunyai permasalahan, maka servent leader dapat membantu untuk menyelesaikan masalahnya. Jika leader tersebut tidak bekerja keras, dia tidak akan mempunyai pengalaman untuk membantu timnya. Seorang leader tidak boleh memiliki sifat iri dan hawa nafsu untuk menguasai. Kalau leader mempunyai sifat iri dan hawa nafsu, dia bukanlah seorang leader tetapi hanya seorang pemimpin. Seorang pemimpin tidak mungkin dapat membangun Agile organitation, karena pengikutnya akan menjadi yes man, yang tidak dapat bekerja.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603