rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Melatih Lumba-lumba Menghitung

Melatih Lumba-lumba Menghitung

Saya pernah melihat pertunjukan Lumba-lumba di Taman Impian Jaya Ancol. Saya merasa terkagum-kagum, apakah memang benar Lumba-lumba sepandai itu. Mereka dapat melakukan perhitungan dengan menunjuk angka hasil perkalian atau penambahan. Dia juga bisa melakukan beberapa macam atraksi yang sangat menarik. Pertanyaan saya adalah bagaimana caranya orang itu melatih ikan Lumba-lumba sampai mahir hingga banyak penonton pada saat diadakan pertunjukan. Selain Lumba-lumba juga banyak binatang lainnya yang dilatih untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, baik itu untuk pertunjukan atau untuk membantu manusia. Ada juga kera yang disuruh melakukan pemetikan buah kelapa, dan kera tersebut dapat mengetahui mana buah kelapa yang telah matang dan dapat dipetik.

Saya sangat ingin tahu, bagaimana caranya orang-orang tersebut dapat melatih binatang sehingga dapat bekerja dengan baik sesuai yang dikehendaki tuannya? Setelah saya perhatikan dengan seksama, setiap ikan Lumba-lumba tersebut mengerjakan pekerjaannya. Maka Si Ikan mendekat pada orang yang memberi perintah, kemudian Si Pemberi perintah akan memberikan ikan kecil untuk dimakan. Akhirnya saya mengerti, bahwa ikan Lumba-lumba mau bekerja dan menuruti perintah tuannya karena dia tahu, setelah menyelesaikan pekerjaannya akan mendapatkan upah, berupa ikan kecil.

Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah, apakah yang terjadi pada saat ikan Lumba-lumba tersebut sudah kenyang. Artinya ikan kecil yang diberikan sudah tidak menjadi faktor motivasi lagi untuk melakukan pekerjaan karena Si Lumba-lumba sudah kenyang. Kemungkinan yang terjadi adalah Si Lumba-lumba tidak mau mengerjakan pekerjaannya lagi, maka pada saat Si Lumba-lumba dapat mengerjakan pekerjaannya akan diberikan ikan kecil, sehingga tidak membuat ikan Lumba-lumba menjadi kenyang.

Setelah melihat pertunjukan tersebut, saya mulai termenung sendiri. Mengapa saya mau bekerja dan mau berprestasi dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan? Apakah karena saya tahu setelah mengerjakan pekerjaan yang baik, saya akan mendapatkan reward? Kalau memang reward yang saya kejar, seberapa besar reward tersebut akan memberikan dampak pada saya. Tentunya setiap kenaikan reward yang saya dapatkan akan membuat pekerjaan-pekerjaan kecil yang tidak menantang rewardnya menjadi tidak menarik lagi untuk dikerjakan.

Pelajaran Yang Didapatkan
Pada saat saya merefleksikan tentang ikan Lumba-lumba, motivasi saya untuk mengerjakan setiap pekerjaan dengan segala kemampuan sehingga menghasilkan karya terbaik yang bisa saya hasilkan. Saya melihat seandainya saya termotivasi karena saya tahu saya akan mendapatkan imbalan, maka seberapa besar imbalan yang harus saya dapatkan agar saya selalu termotivasi? Saya mulai membayangkan para seniman besar, seperti Mozart, Michael Angelo dan Seniman-seniman besar lainnya, ternyata dorongan mereka untuk membuat karya besar karena tidak didorong oleh imbalan yang akan didapatkan. Mereka membuat karya-karya besar untuk rasa terima kasih kepada Sang Pencipta, karena mereka sudah diberikan kehidupan.

Sebagai rasa terima kasihnya, mereka membuat karya seni yang begitu indah untuk dipersembahkan kepada Sang Penciptanya. Dari renungan tersebut, saya belajar bahwa motivasi kita mengerjakan sesuatu akan membuat hasil yang berbeda. Kalau kita mengerjakan sesuatu karena imbalannya, maka hasil kerja kita tidak maksimal. Kadang-kadang kita bisa berpikir, berapa sih yang akan saya dapatkan kalau saya mengerjakan ini dengan baik? Hasilnya pasti hanya rata-rata saja, karena kita tidak mengeluarkan kemampuan oleh Sang Pencipta yang telah diberikan pada kita. Tetapi kalau kita melakukan sesuatu karena kita berterimakasih telah diberikan kehidupan oleh Sang Pencipta. Maka kita akan menggunakan semua akal budi, dan kemampuan yang telah diberikan pada kita untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Kemudian ada yang bertanya, kalau kita mengerjakan sesuatu dengan segala kemampuan dan pikiran kita, karena kita berterima kasih pada Sang Pencipta. Sedangkan kita perlu hidup dan perlu makan, apakah kita tidak memikirkan imbalan? Kalau kita mengerjakan segala sesuatu dengan kemampuan yang kita miliki, maka hasil karya kita akan menjadi di atas rata-rata. Tentu saja, uang akan datang dengan sendirinya, karena banyak orang yang akan menyukai karyanya. Nilai karyanya menjadi mahal sekali.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest