rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Menggali Harta Karun

Menggali Harta Karun

Sering sekali saya bertanya dalam diri sendiri. “Apa yang membuat beda antara orang yang berhasil secara finansial maupun secara kehidupan. Apakah ada perbedaan antara nasib seseorang dengan yang lainnya?” Tetapi kalau berbicara dengan nasib, saya tidak terlalu percaya dengan nasib karena saya sangat senang sekali membaca riwayat hidup orang-orang yang saya anggap sukses dalam kehidupan. Saya juga senang mendengarkan cerita seseorang yang saya anggap sukses dalam hidupnya yang menurut saya orang sukses tidak harus terkenal. Kebanyakan dari mereka berjuang dan dalam perjuangannya mereka juga mengalami jatuh bangun.

Pada saat jatuh ini yang membuat beda. Rata-rata teman saya yang saya anggap sukses pada saat dia jatuh lalu dia bangkit lagi. Sementara teman saya yang tidak terlalu sukses pada saat jatuh, dia sudah tidak mempunyai harapan dan kemauan untuk bangkit lagi. Kemudian saya memperhatikan lagi lingkungan yang lebih kecil lagi yaitu lingkungan di kantor. Ada orang-orang yang sangat menonjol prestasinya, dan ada yang biasa-biasa saja. Bahkan ada yang tidak berprestasi sama sekali. Apakah itu dapat dikatakan bahwa yang tidak berprestasi mempunyai nasib yang tidak baik?. Menurut pengamatan saya bahwa masalahnya bukan bernasib baik atau tidak, pertanyaannya adalah mau berprestasi atau tidak di kantor.

Kalau seseorang berprestasi di bidangnya, pasti akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Jika mau terus diasah dengan memperoleh prestasi demi prestasi yang kecil saja di kantor, pasti dia akan mendapat penghasilan yang lebih baik dari temannya. Prestasi ada kaitannya dengan sikap seseorang pada saat bekerja. Kalau seseorang mempunyai sikap iri hati terhadap temannya kemudian mulai memikirkan hal-hal yang tidak baik. Seperti menjelek-jelekkan temannya yang dia iri hati, maka kemampuan di dalam dirinya tidak akan terasah dan keluar. Sehingga pada saat bekerjapun tidak mempunyai prestasi apa-apa, yang ada hanya iri jika ada temannya yang lebih dari dia.

Dengan kata lain orang yang iri adalah orang yang ingin dirinya dianggap hebat tetapi tidak mau berusaha untuk menjadi hebat. Dengan merendahkan teman-teman yang lainnya, dia menganggap dirinya lebih tinggi. Saya melihat ini penyakit yang sangat berbahaya, karena kalau di kantor ada orang yang semacam ini maka suasana di kantor menjadi tidak enak untuk bekerja. Tidak akan menjadi tempat yang subur untuk berprestasi. Karena sifat iri ini dapat menular dengan menceritakan hal-hal tidak baik tentang seseorang, maka cerita tersebut akan menyebar dan semua orang akan menceritakan hal yang lain.

Ini juga dapat terjadi di dalam suatu negara, coba kita lihat negara-negara yang sering mengalami konflik internal. Mereka berperang melawan bangsanya sendiri yang berbeda suku, atau agama. Negara tersebut tidak akan pernah maju, bahkan bisa terbelakang. Dikarenakan orang tidak sempat lagi berpikir untuk mengembangkan dirinya, yang dipikirkan adalah bagaimana menyelamatkan diri dari pertikaian.

Kemakmuran suatu negara atau suatu perusahaan dapat dibuat oleh seorang pemimpin yang mempunyai hati untuk membantu rakyatnya atau karyawan di dalam perusahaannya agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang. Saya percaya bahwa setiap orang mempunyai potensi yang sangat besar yang dapat digali, dan kemampuan yang ada ini kalau digali tidak akan pernah habis. Pertanyaannya maukah kita menggali kemampuan kita? Tentunya pada saat menggali kemampuan yang ada di dalam diri kita akan banyak mengalami kesakitan, ketidaknyamanan, dan banyak hal yang akan dialami.

Pelajaran Yang Didapatkan
Setiap manusia mempunyai potensi di dalam dirinya yang tidak akan habis digali. Untuk dapat menggali potensi yang ada di dalam dirinya memang ada syaratnya. Sikap-sikap iri hati, benci, merasa dirinya paling hebat, gampang marah akan menghalangi seseorang untuk dapat menggali harta karun yang ada di dalam dirinya. Sikap-sikap seperti mudah memaafkan, mengasihi orang lain tanpa syarat dan tidak tamak.

Menghilangkan rasa kemelekatan (Attachment) akan memudahkan seseorang menggali kemampuan di dalam dirinya karena dengan sikap tersebut orang akan merasa tenang, hatinya tidak bergejolak. Di saat tenang inilah potensi-potensi yang ada di dalam dirinya akan keluar. Tentunya agar dapat bertumbuh subur kita harus mau memupuk tumbuhnya kemampuan yang ada di dalam diri kita. Bila potensi yang ada di dalam diri kita dapat bertumbuh. Maka saya yakin bahwa kehidupan kita akan berbeda.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603