rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Kebahagiaan, bukan tujuan tapi keinginan

Kebahagiaan, bukan tujuan tapi keinginan

Banyak orang mengatakan bahwa kebahagiaan terjadi dari pikiran kita, karena pikiran itu yang mengatur badan kita. Pada awalnya saya tidak terlalu mengerti dengan pernyataan di atas dan cenderung tidak percaya. Kemudian pada suatu saat teman saya memberikan percobaan bahwa saya disuruh membayangkan bahwa saya sedang makan jeruk nipis. Kemudian yang terjadi adalah air liur saya keluar dengan deras, karena saya membayangkan bahwa saya makan sesuatu yang asam.

Saya diminta untuk membayangkan bahwa saya melihat diri saya sedang duduk di suatu warung. Kemudian saya melihat diri saya yang duduk tersebut sedang makan jeruk nipis. Yang terjadi adalah air liur saya keluar tidak sebanyak pada saat saya membayangkan diri saya sendiri yang sedang makan jeruk nipis. Walaupun saya melihat diri saya sedang makan jeruk nipis, tidak sebanyak pada saat saya membayangkan diri saya. Karena yang saya lihat walaupun itu diri saya sendiri tetapi tidak merasakan di badan sendiri.

Dari eksperimen tersebut di atas, menunjukkan bahwa pikiran kita dapat mempengaruhi badan kita. Karena keluarnya air liur sebetulnya tidak bisa dikontrol seperti tangan yang kalau saya ingin mengambil sesuatu bisa memerintahkan tangan melakukan sesuatu. Orang merasa bahagia pada saat teman-teman yang sangat dekat datang dan berkumpul, serta bernostalgia, kita akan merasa sangat berbahagia. Kalau kebahagiaan itu terjadi karena lingkungan maka kebahagiaan dikontrol oleh lingkungan yang kita alami.

Pertanyaan yang paling menarik adalah bagaimana caranya saya bisa bahagia, sedangkan masalah yang saya hadapi banyak? Pertanyaan ini dapat disusul dengan pertanyaan lainnya yang mengatakan “Apakah pada saat saya mempunyai banyak masalah, kemudian teman-teman dekat saya akan datang, dan mulai becanda serta bernostalgia, apakah kita bisa ikut bahagia?” Bila jawabannya ya, artinya seberapapun masalah yang kita hadapi sebetulnya kita bisa merasakan kebahagiaan.

Beberapa tahun yang lalu saya juga sering merasakan bahwa saya mempunyai masalah yang sangat besar, dan muka saya memang kelihatan murung. Kemudian pemikiran-pemikiran tersebut di atas muncul, saya mulai melakukan perenungan ke dalam diri saya sendiri. Akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa sebetulnya kebahagiaan dapat dikontrol oleh kita sendiri. Apa yang harus dilakukan untuk dapat merasakan kebahagiaan? Yang saya lakukan pada saat itu adalah berpasrah diri. Artinya tidak menyerahkan permasalahan yang ada kemudian tidak melakukan apa-apa.

Misalkan saya mendapatkan prospek customer yang nilai proyeknya cukup besar. Saya pasti akan bekerja sebisanya agar saya mendapatkan proyek tersebut, hasilnya akan dapat atau tidak saya akan serahkan pada yang Maha Kuasa. Bila kenyataannya saya tidak mendapatkan, saya akan berpikir mungkin proyek ini belum cocok untuk saya. Saya harus belajar lagi atau memperbaiki produk dan caranya. Dan pasti saya akan mendapatkan pelajaran dari kejadian itu, jadi kalau apa yang saya inginkan dapat atau tidak dapat pasti saya merasa bahagia. Jika proyeknya berhasil maka saya akan bahagia karena mendapat proyek. Tetapi kalau tidak dapat saya juga akan tetap bahagia karena saya mendapatkan pelajaran yang berharga.

Pelajaran Yang Saya Dapatkan
Kebahagiaan sebenarnya ada di pikiran kita, apakah kita mau bahagia atau sedih tergantung bagaimana pikiran kita menerima keadaan yang sedang dialami oleh kita. Untuk dapat mencapai kebahagian perlu belajar melepaskan kemelekatan (Attachment). Kemelekatan ini faktor yang paling membuat orang itu sedih, seperti kehilangan barang yang disayangi, kehilangan orang yang dicintai dan banyak hal lainnya. Kemelekatan akan membuat kita selalu memikirkan sesuatu yang sudah tidak ada lagi pada kita, beban pikiran kita akan menjadi berat sekali. Kita harus rela untuk melepaskan semuanya, semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan dari yang Maha Kuasa.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603