rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Rise and Fall of The Company Depend on The Leader

Rise and Fall of The Company Depend on The Leader

Sering kita mendengarkan bahwa perusahaan akan naik atau jatuh sangat tergantung dengan leadernya. Saat saya melihat sebuah video di youtube yang menayangkan CEO Nokia. Pada saat Nokia jatuh Sang CEO mengatakan dia tidak merasa berbuat salah tetapi Nokia bisa jatuh. Kejatuhan Nokia sebetulnya karena Nokia tidak mau mengakui bahwa ada OS untuk mobile phone yang jauh lebih baik, yang disebut dengan android. Munculnya android ini dipelopori oleh Apple, yang membuat smartphone IOS.

Pada saat itu Nokia masih mempertahankan Symbian sebagai OS yang terbaik, menurut versinya Nokia. Kodak juga mengalami kebangkrutan, padahal Kodak adalah perusahaan film yang sangat besar dan terkenal di seluruh dunia. Pada saat Kodak menemukan kamera digital, mereka sangat khawatir. Kalau penemuannya itu akan memakan produk yang telah terkenal di seluruh dunia.

Akhirnya kamera digital yang ditemukan oleh Kodak disimpan rapat-rapat. Teknologi tidak dapat ditutupi, kalau ada penemuan pasti di tempat lain akan ada orang yang memikirkan hal yang sama. Lalu munculah kamera digital awal yang kualitasnya jauh dari kamera film. Tetapi teknologi akan berkembang, maka kemampuan kamera digital semakin lama akan semakin baik. Sekarang ini smartphone juga dapat menghasilkan foto yang bagus.

CEO kedua perusahaan di atas memang tidak melakukan kesalahan. Tetapi permasalahan yang ada adalah pertama merasa bahwa Symbian OS yang dibuat sendiri oleh Nokia adalah OS yang paling baik. Mereka tidak melihat bahwa teknologi di luar sudah lebih maju dibandingkan dengan Symbian. Kedua CEO Kodak merasa bahwa digital kamera yang ditemukannya akan mengancam keberadaan film yang sudah menguasai pasar. Rasa takut ini terjadi benar, karena teknologi tidak bisa dibendung.

Akses terhadap teknologi tidak bisa dibatasi, siapa saja bisa melakukannya. Di dalam bukunya yang berjudul Strategy Rule, Michael Cusumano menjelaskan bahwa Intel berani mengkanibalkan produknya sendiri yang ada di pasar. Karena kalau tidak melakukan kanibalisasi terhadap dirinya sendiri, mungkin orang lain akan melakukannya.

Pelajaran Yang Saya Dapatkan
Rasa bangga terhadap karya yang telah dihasilkan memang perlu, tetapi kalau rasa bangga yang terlalu lama akan menutup mata kita terhadap perkembangan yang ada di luar kita. Hal ini bisa dialami bukan untuk perusahaan saja, melainkan untuk pribadi juga. Saya pernah mempunyai karyawan yang hasil kerjanya cukup baik. Pada saat hasil pekerjaannya baik, maka saya puji. Mungkin pujian saya terlalu berlebih, tetapi tujuan saya adalah agar orang tersebut dapat berprestasi lagi. Tetapi apa yang diterima oleh dirinya, dia menganggap dirinya sudah hebat.

Sikap ini yang membuat dia menjadi sedikit mengagungkan dirinya, padahal tujuan saya tidak mengatakan dia yang paling hebat. Hasil karya yang dia buat pada saat itu cukup bagus, tetapi belum mencapai excelent. Akhirnya dia mengundurkan diri, karena merasa dirinya tidak dihargai sesuai dengan kemampuannya. Ketika dia mengundurkan diri, kami persilahkan saja. Tidak berapa lama kemudian kami mendapatkan penggantinya yang kemampuannya jauh di atas dia, tetapi kepribadiannya lebih rendah hati.

Dengan rendah hati karyawan tersebut dapat belajar dengan cepat, karena merasa perlu memacu dirinya untuk lebih baik lagi. Sebaliknya rasa takut juga akan mematikan kita, karena dengan ketakutan kita tidak berani bertindak. Seperti yang terjadi pada Kodak di atas. CEOnya ketakutan bahwa produk yang berhasil ditemukan akan memakan produk yang sedang laku.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

09 Nov 2018 | 1603