rss

Artikel Pengembangan Diri | Payroll Software

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

The Richer Get Richer

The Richer Get Richer

Pada awalnya saat saya mendengar perkataan The richer get richer, saya merasa dunia tidak adil. Mengapa orang yang kaya akan semakin kaya, bagaimana dengan orang yang miskin atau orang yang kurang mampu, kemudian orang yang rata-rata tidak bisa menjadi kaya?. Pertanyaan-pertanyaan ini sangat mengganggu di pikiran saya.

Suatu saat saya membaca suatu buku yang mengambil dari sumber yang telah beribu tahun lamanya mengatakan: “For whoever has will be given more and they will have an abundance, whoever doesn’t have, even what they have will be taken from them”. Kalau diterjemahkan menjadi “Siapa yang mempunyai akan diberikan lebih dan akan menjadi berkelimpahan, siapa yang tidak mempunyai, apapun yang mereka miliki akan diambil darinya”. Lama saya merenungkan kalimat ini untuk mengerti benar-benar makna dari kalimat tersebut. Tetapi sebelum saya mengerti betul makna dari kalimat tersebut, saya mulai mengamati teman-teman dekat saya. Kemudian saya mengamati lagi di lingkungan yang lebih luas. Saya juga banyak membaca biografi orang-orang yang sukses secara finansial, baik yang di Indonesia maupun yang di luar.

Saat saya mengamati Bill Gate pendiri Microsoft, dan telah menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Dia selalu memberi, dengan mendirikan yayasan yang bergerak untuk memerangi penyakit yang banyak menimpa keluarga-keluarga miskin di negara yang miskin. Memberikan pendidikan agar anak-anak yang kurang mampu tersebut dapat menikmati pendidikan agar di masa depannya menjadi anak yang berhasil. Bill dan istrinya Melinda memberikan banyak sekali uang dan waktu. Walaupun kekayaannya banyak digunakan untuk sosial, tetapi kekayaan Bill Gate semakin bertambah.

Saya pernah membaca bukunya The Man of Honor, cerita tentang Williem Suryadjaja pendiri Astra perusahaan otomotif yang cukup besar. Walaupun pemiliknya bukan Williem lagi tetapi Astra telah menjadi perusahaan yang besar. Di dalam buku tersebut Om Williem begitu orang sering memanggilnya, mempunyai jiwa yang suka menolong dan memikirkan orang lain. Dia juga memikirkan bagaimana karyawannya dapat mempunyai kesejahteraan yang baik.

Selain dari membaca saya juga sering menemui beberapa teman yang terlihat karirnya sangat sukses di dunia profesional. Kemudian dia memutuskan untuk memulai usahanya sendiri, tetapi tidak dapat berjalan akhirnya sekarang kembali ke profesional. Menurut penilaian saya secara status sosial dia tidak meningkat, dan apa yang saya rasakan, dia tidak pernah mau memberi tapi selalu meminta. Maksudnya kalau bertemu saya merasa dia ingin mendapatkan apa yang bisa didapatkan.

Saya teringat akan suatu cerita yang pernah saya tulis di artikel ini tentang seorang yang miskin. Dia bertemu dengan orang bijaksana, kemudian dia meminta makan pada orang bijak tersebut. Kemudian Si Orang Bijak mengatakan: “Kamu akan selamanya miskin, karena kamu selalu meminta, tidak pernah memberi”. Si Pengemis kemudian menjawab: “Apa yang bisa saya berikan? karena saya tidak mempunyai apa-apa”. Kemudian Si Orang Bijak mengatakan: “Di dalam hidup setiap manusia mempunyai banyak hal yang bisa diberikan, kamu mempunyai kaki, tangan dan tenaga untuk diberikan kepada orang lain”.

Pelajaran Yang Saya Dapatkan
Kalimat di atas yang mengatakan Siapa yang mempunyai akan diberikan lebih dan akan menjadi berkelimpahan, artinya orang yang merasa mempunyai dia akan banyak memberi. Pada saat orang itu bekerja apakah bekerja asal, atau bekerja dengan hati sehingga menghasilkan pekerjaan yang bagus dan pemberi pekerjaan akan menjadi senang. Bila dalam melakukan pekerjaan dengan hati maka hasilnya pun bagus, dan orang yang memberi pekerjaan menjadi puas. Akhirnya dia akan mereferensikan ke teman-temannya. Pada saat banyak orang yang memberikan referensi maka secara perlahan dan pasti, orang tersebut akan menjadi berkelimpahan.

Sebaliknya pada saat seseorang mengerjakan pekerjaannya asal, yang penting pekerjaannya selesai dan mendapatkan uang. Maka orang yang memberi pekerjaan akan biasa-biasa saja. Si pemberi pekerjaan juga enggan untuk memberikan referensi, akibatnya hasilnya akan segitu-segitu saja. Bisa juga lama-lama tabungannya akan habis, itu yang dikatakan “Siapa yang tidak mempunyai, apapun yang mereka miliki akan diambil darinya”. Hal ini yang kami terapkan di Andal Software, kalau disimpulkan menjadi misi Andal Software yaitu Helping Others Grow.

penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

 
 
Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

12 Oct 2018 | 1107