rss

Payroll Software | Artikel Pengembangan Diri

Sharing pengalaman dalam perjalanannya untuk mengembangkan Andal Software, dari segi Leadership, People Development, dan pola berpikir untuk mengembangkan bisnis.

Never Try to Be Better to Someone

Never Try to Be Better to Someone

Pertama kali saya mendengar kata Never Try To Be Better to Someone, saya tidak percaya dan sangat terkejut. Semasa saya sekolah selalu ada peringkat dan diumumkan pada saat upacara, juara disetiap kelas, kemudian diumumkan juga juara umum di satu sekolah. Dan seingat saya yang menjadi juara pasti anak itu-itu saja, tidak ada yang lainnya. Sekarang saya mulai mengerti bahwa di dalam mendorong anak-anak menjadi anak yang hebat, tidak dapat menggunakan juara satu, dua dan tiga. Karena pasti akan didominasi oleh orang tertentu saja.

Padahal setiap anak mempunyai kemampuannya masing-masing, mungkin menonjol dibidang lain, tetapi ditempat lain kurang. Kalau menilainya adalah pelajaran yang ada di raport saja, apakah anak yang berbakat dibidang seni seperti musik, menggambar, dan menyanyi akan merasa kecil. Jadi sekarang saya sangat mendukung sekali bahwa predikat juara satu, dua, dan tiga di sekolah dihapuskan.

Tanpa disadari dalam melakukan bisnis juga saya akan mencari kompetitor, kemudian secara tidak sadar saya ingin menjadi lebih baik dari mereka. Sampai pada suatu saat, saya merasa bahwa yang saya bandingkan tidak berimbang, karena terlalu besar dibandingkan dengan usaha yang sedang saya rintis.

Pada saat itulah saya mendapatkan kata kata “Never Try to be Better to Someone Else Always Learn from Someone”. Dengan cara berpikir kompetisi, sudah pasti saya tidak mau belajar dari orang yang saya anggap sebagai kompetitor saya. Kalau saya bertemu dengan orang yang saya anggap lebih kecil dari saya, maka saya tidak mau mendengarkan apa yang mereka pikirkan, karena saya merasa lebih hebat dari mereka mengapa saya harus mendengar dari mereka ? sifat seperti ini sudah mengarah ke kesombongan.

Padahal kesombongan merupakan salah satu faktor yang dapat membawa seseorang ke kegagalan, dan ini dibuktikan dengan jatuhnya Andal Software pada tahun 2003. Saya menyadari hal tersebut setelah saya mulai banyak membaca buku, orang sombong adalah orang yang tidak mau belajar dari orang lain, dan hanya mau mendengarkan orang yang saya anggap lebih dari saya.

Awalnya memang sulit untuk mengubah pola pikir yang sudah lama tertanam, perlahan-lahan saya mulai menyadarkan dipikiran saya, setiap kali saya sudah berpikir bahwa saya lebih dari mereka. Kemudian saya ubah bahwa dia pasti lebih dari saya, dan mulai banyak bertanya dengan orang-orang yang saya anggap dibawah saya. Ternyata memang banyak hal yang saya dapat pelajari dari mereka, sekarang saya dapat belajar banyak hal dari siapa saja yang saya temui.

Saya membaca bukunya John Wooden seorang pelatih UCLA yang sangat legendaris, dia mengatakan “Do the Best of What You are Capable of”. Dari kata-kata dia, saya mengerti bahwa saya harus selalu melakukan lebih baik dan lebih baik lagi. John Wooden juga berkata bahwa “Even the Best Player can do Better”. Dari kata-kata John, saya belajar sebetulnya kemampuan seseorang dapat selalu diasah menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi.

Sudah beberapa tahun ini saya menerapkan leadership style yang banyak diajarkan oleh John Wooden, hasilnya memang sudah terlihat. Di Andal Software, ciri yang sangat menonjol adalah team work yang sangat kuat, contohnya di Andal Software ada tim TeleSales yang diberi jabatan Application Consultant, dan setiap application consultant mempunyai account perusahaan sendiri-sendiri. Pada saat salah satu application consultant cuti, kemudian ada calon customernya telepon, maka application consultant yang lainnya akan membantu, bahkan dapat membantu closing, walaupun bukan accountnya dia. Kerjasama tim semacam ini sangat membanggakan buat saya.

Seandainya saya menerapkan juara satu application consultant, maka setiap Application Consultant akan bersaing, mereka tidak akan mempunyai teamwork yang bagus.

Pelajaran yang didapatkan:
Dalam membangun perusahaan yang kuat diperlukan kerja sama tim yang kuat, saya tidak suka mempunyai orang yang sangat pandai dan hebat, tetapi team playernya rendah, lebih baik saya tidak punya orang yang hebat daripada merusak team player.

John Wooden mengatakan “Good Individual but not a good team player” tidak akan menjadikan tim yang kuat. John Wooden juga mengatakan di dalam tim-nya “Don’t whine, don’t complaint, don’t make excuse” (jangan mengeluh, jangan komplain, dan jangan membuat alasan). Ketiga hal tersebut tidak akan membuat seseorang dapat menggali potensi dirinya.

 


penulis :
INDRA SOSRODJOJO
DIREKTUR ANDAL SOFTWARE

Loading
  • Referensikan teman Anda untuk membaca.


Most Popular 3 Months Latest

05 Jul 2019 | 2043
30 Aug 2019 | 1716